INFO CUACA
Mengenal Heat Stroke, Penyakit yang Bisa Muncul saat Cuaca Panas
Apa itu heat stroke? penyakit yang bisa muncul saat cuaca panas termasuk cara penanganannya.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kalian warga Batam merasa gak sih kalau cuaca akhir-akhir ini panas banget.
Kota Batam yang dikenal sebagai daerah kepulauan memang dekat dengan laut.
Tapi kondisi panas sejak beberapa hari terakhir ini terasa berbeda dibanding kondisi normal.
Jarang sekali turun hujan secara merata di suatu wilayah.
Kalau pun terjadi, yang ada intensitas hujan sedang maupun hujan lokal dengan durasi yang sebentar.
Data Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (29/3/2022) mencatat suhu pada 12 kecamatan di Batam mencapai 24 hingga 32 derajat Celcius.
Baca juga: Info Cuaca BMKG: Anambas Cerah Berawan Namun Tetap Berpotensi Hujan Seminggu ke Depan
Baca juga: Kabar Gembira, Distributor Minyak Goreng Curah segera Hadir di Tanjungpinang
Dengan kecepatan angin berkisar 30 km per jam, serta kelembapan 60 sampai 95 persen.
BMKG juga mencatat potensi hujan dengan intensitas ringan pada pukul 16.00 WIB, kecuali di Kecamatan Nongsa.
Sementara untuk prakiraan cuaca Rabu (30/3/2022), BMKG memprediksi suhu udara antara 25 hingga 32 derajat Celcius.
Dua belas kecamatan di Batam pun berpotensi hujan ringan mulai pukul 01.00 dan pukul 04.00 WIB.
WASPADA Heat Stroke
Cuaca panas ekstrem bisa berpotensi menyebabkan heat stroke.
Apa itu? Heat stroke yang juga dikenal dengan sengatan panas, adalah kondisi di mana tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis hingga mencapai 40 derajat Celcius, atau bahkan lebih.
Heat stroke biasanya terjadi saat seseorang merasa sangat kepanasan akibat paparan sengatan matahari di luar batas toleransi tubuh.
Tubuh umumnya menghasilkan panas dari dalam, lalu akan mendinginkan diri dengan cara mengeluarkan keringat.
Namun, dalam kondisi tertentu, seperti panas yang ekstrem, kelembapan udara yang tinggi, atau beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu yang cukup lama, membuat tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk mendinginkan diri.
Jika seseorang mengalami dehidrasi dan tidak cukup mengeluarkan keringat untuk mendinginkan tubuh, suhu dalam tubuh akan meningkat drastis sehingga menyebabkan heat stroke atau sengatan panas.
Selain itu, olahraga atau aktivitas fisik yang berlebihan saat cuaca panas juga menjadi penyebab heat stroke.
Baca juga: Timnas U-19 Indonesia Tumbang 1-5 dari Yeungnam University, Cuaca jadi Kendala
Baca juga: Cuaca Tanjung Pinang Hari Ini, BMKG Prediksi Ibu kota Kepri Hujan Ringan Hingga Sore
Kendati demikian, kondisi ini hanya terjadi apabila kita tidak terbiasa dengan suhu yang tinggi.
Heat stroke dapat dialami oleh siapa saja, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena sengatan panas ini, di antaranya:
1. Usia Kemampuan
Dalam menghadapi panas yang ekstrem tergantung pada kekuatan sistem saraf pusat tubuh.
Pada usia yang sangat muda, sistem saraf pusat belum sepenuhnya berkembang.
Sedangkan, pada orang dewasa lanjut di atas usia 65 tahun, sistem saraf pusat mulai memburuk sehingga membuat tubuh tidak mampu menghadapi perubahan suhu tubuh.
Kedua kelompok usia tersebut biasanya mengalami kesulitan untuk tetap terhidrasi dengan baik sehingga berisiko mengalami heat stroke.
2. Melakukan aktivitas fisik saat cuaca panas.
Aktivitas kerja atau latihan olahraga, seperti sepak bola atau lari jarak jauh, di luar ruangan saat cuaca panas yang ekstrem berisiko membuat seseorang terkena sengatan panas.
3. Mendadak terpapar cuaca yang sangat panas
Kamu mungkin lebih berisiko terkena penyakit yang berhubungan dengan cuaca panas apabila mengalami peningkatan suhu secara tiba-tiba.
Sebagai solusinya, kamu bisa membatasi aktivitas di luar ruangan selama beberapa hari untuk memungkinkan tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan suhu.
4. Konsumsi obat-obatan tertentu.
Beberapa jenis obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk tetap terhidrasi dan merespons suhu panas.
Jika kamu minum obat-obatan, seperti antihistamin, pil diet, diuretik, sedatif, stimulan, obat kejang (antikonvulsan), obat jantung dan tekanan darah (beta bloker dan vasokontriktor), antidepresan dan antipsikotik, sebaiknya berhati-hati terhadap cuaca panas ekstrem karena berisiko mengalami heat stroke.
Baca juga: Fenomena Waterspout Muncul Lagi di Laut Karimun, Apa Kata BMKG?
Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Pulau Bintan Hingga 6 Maret 2022, Termasuk Tanjung Pinang dan Lagoi
5. Kondisi kesehatan tertentu
Bagi mereka yang memiliki penyakit kronis tertentu, seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit mental, juga berisiko terkena sengatan panas.
Tanda dan gejala heat stroke yang perlu diketahui Seseorang yang mengalami heat stroke biasanya akan mengalami tanda dan gejala-gejala berikut ini:
- Demam tinggi 40 derajat Celsius atau lebih
- Pusing
- Sakit kepala, kepala terasa berkunang-kunang
- Tidak berkeringat, meski suhu tubuh tinggi
- Kulit kering dan memerah
- Mual dan muntah
- Otot melemah dan kram
- Detak jantung berdebar kencang
- Pernapasan cepat
- Perubahan perilaku, seperti kebingungan, disorientasi, mudah marah, bicara cadel
- Kejang
- Pingsan (tidak sadarkan diri), yang merupakan gejala awal pada orang lansia.
Jika seseorang mengalami tanda-tanda dan gejala heat stroke di atas, segera berikan pertolongan pertama guna mencegah munculnya komplikasi serius yang dapat mengancam nyawa.
Saat seseorang terkena heat stroke, lepas pakaian penderita.
Baca juga: Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor Saat Cuaca Ekstrim, Polsek Sekupang Batam Gelar Patroli Rutin
Baca juga: INFO Cuaca BMKG Tanjungpinang, Bintan Buyu, Tanjung Uban, dan Lagoi hingga Lusa
Kemudian, segera lakukan upaya pendinginan tubuh dengan cara-cara berikut:
Kipasi tubuh
Jika berada di luar ruangan, bawalah ke tempat atau lokasi yang teduh
Rendam dalam air dingin atau guyur dengan air dingin
Semprot dengan air dari selang
Kompres es batu atau handuk yang telah dibasahi air dingin ke seluruh tubuh, terutama leher, ketiak, dan selangkangan.
Jika kondisi memungkinkan, berikan air minum dingin agar tubuh terhidrasi.
Jangan beri minuman yang mengandung gula, kafein, dan alkohol.
Perlu diingat, jangan mengompres es batu kepada orang dewasa lanjut, anak-anak, dan penderita yang memiliki penyakit kronis.
Pasalnya, langkah tersebut dapat membahayakan kesehatan mereka. Bisakah heat stroke dicegah?
Saat cuaca sedang panas-panasnya, sebaiknya tetap berada di dalam ruangan ber-AC.
Namun, jika diharuskan untuk beraktivitas di luar ruangan, kamu dapat mencegah heat stroke dengan langkah-langkah berikut:
Baca juga: BMKG Sudah Prediksi Hujan Akan Berhenti Sebelum Rara Istiani Wulandari Beraksi di Mandalika
Baca juga: BMKG Laporkan Gempa Bumi Guncang Nias Selatan 3 Kali Dalam Sehari, Tertinggi 6,9 Magnitudo
- Mengenakan pakaian yang longgar, berbahan tipis, dan berwarna terang.
- Gunakan topi bertepi lebar, payung, dan kacamata hitam.
- Oleskan sunscreen (tabir surya) dengan kandungan SPF 30 atau lebih.
- Jangan lupa untuk mengoleskannya kembali setiap dua jam.
- Perbanyak cairan tubuh.
- Usahakan untuk minum air atau makan buah lebih banyak dari biasanya untuk mencegah dehidrasi.
Kamu juga bisa menyiasatinya dengan minum minuman olahraga kaya elektrolit selama panas sedang terik-teriknya.
Bijaksana dalam memilih waktu untuk beraktivitas di luar ruangan.
Baca juga: Info Cuaca BMKG: Anambas Cerah Berawan Namun Tetap Berpotensi Hujan Seminggu ke Depan
Baca juga: WASPADA! Suhu Panas dan Angin Kencang Berpotensi Landa Bintan dan Tanjungpinang 3 Hari Mendatang
Jika memungkinkan, batalkan segala aktivitas di luar ruangan saat cuaca panas ekstrem.
Atau kamu bisa mengubah jadwal aktivitas di pagi atau sore hari.
Heat stroke merupakan kondisi yang harus segera ditangani.
Jika kamu atau orang-orang di sekitarmu mengalami heat stroke, segera lakukan pertolongan pertama untuk menurunkan suhu tubuh.
Apabila pertolongan pertama tidak efektif untuk menurunkan suhu tubuh dengan cepat, segera cari bantuan medis agar heat stroke tidak semakin parah.
Pasalnya, heat stroke yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kerusakan otak serta organ vital lainnya.(*/TribunBatam.id) (Kompas.com)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
Sebagian artikel bersumber dari Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/03092021cuaca-batam.jpg)