INFO CUACA

Pulau Bintan 3 Hari Mendatang Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang di Siang Sampai Sore Hari

BMKG Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang merilis info cuaca untuk Pulau Bintan tiga hari mendatang. Diperkirakan hujan ringan hingga sedang.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak |
DOK TRIBUNWOW
BMKG Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang merilis info cuaca untuk Pulau Bintan tiga hari mendatang. Diperkirakan hujan ringan hingga sedang. Ilustrasi 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang kembali memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan. 

Analisis dinamika, suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 26 Maret 2022 di sekitar Perairan Kepulauan Riau khususnya di Perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 29 - 30°C dan anomali SST cenderung positif di wilayah perairan Kepulauan Riau yang bernilai antara 0.0 s.d. 1.5°C.

Indeks ENSO terupdate masih bernilai -0.84 dan dalam kondisi La Nina Lemah, sehingga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia, namun kondisi tersebut kurang berpengaruh di wilayah Pulau Bintan.

Diprakirakan kondisi mulai berangsur netral pada April - Juni 2022.

"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate masih bernilai +0.07 dalam kondisi netral. Diprakirakan kondisi cenderung netral - negatif pada April - Juli 2022. Kondisi tersebut tidak berpengaruh terhadap peningkatan suplai uap air dan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian barat, khususnya wilayah Pulau Bintan," ujar prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid Fiqri Nugraha Isnoor, Selasa, (29/3/2022).

Disebutkan, analisis per tanggal 26 Maret 2022 menunjukkan MJO netral dan diprediksi yang mengindikasikan pada kondisi tersebut tidak berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif di Indonesia terutama di wilayah Indonesia bagian barat, khususnya Pulau Bintan.

Prakiraan Dasarian III Maret 2022, aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi masih akan didominasi oleh angin baratan dan pola belokan angin terjadi di wilayah utara Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Pola siklonik diprediksi terjadi di utara Kalimantan Barat, selatan Jawa, dan sekitar Laut Arafura.

Baca juga: bright PLN Batam Ungkap Cara Atasi Defisit Listrik

Baca juga: Dikunjungi KKKS dari Kampar, Dewi Kumalasari Ansar Ungkap Fokus Kegiatan KKKS Kepri

"Adanya pola belokan dan konvergensi angin yang diprediksi masih mendominasi di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan," terangnya.

Untuk prakiraan kelembapan udara lanjutnya, relatif (relative humidity) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya Dasarian III Maret hingga dasarian II April 2022 untuk lapisan permukaan umumnya di atas 70 %. Sedangkan untuk lapisan 850mb berkisar 60 - 90 %. Kemudian, untuk lapisan 700mb berkisar 60 – 85 %. 

Kondisi tersebut mengindikasikan adanya ketersediaan pasokan uap air yang cukup di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya yang cukup untuk mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.

"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan ringan - sedang secara tiba-tiba dengan disertai petir/angin kencang," ungkapnya.

Diterangkannya, berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (ENSO, MJO, dan IOD) tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. 

"Nilai SST yang hangat dengan anomali SST cenderung positif berperngaruh terhadap peningkatkan pasokan uap air ke atmosfer yang dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif," jelasnya.

Fenomena cuaca skala lokal berupa adanya belokan angin (shearline) dan pola konvergensi angin diprakirakan masih berpotensi terjadi di sekitar wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya, namun kuatnya tiupan angin dilapisan atas dapat mempengaruhi pertumbuhan awan konvektif vertikal (Cumulonimbus) penghasil hujan tidak terjadi. 

Selanjutnya, kondisi kelembaban atmosfer pada lapisan bawah hingga menengah yang diprakirakan relatif cukup basah menunjukkan adanya ketersediaan pasokan uap air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved