RAMADHAN
Dampak Buruk Makan Berlebih atau 'Lapar Mata' Saat Buka Puasa
Menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan tentu bukan soal menahan lapar dan dahaga saja. Makan banyak saat buka puasa justru bawa masalah kesehatan
Kondisi ini dapat membuat kita mengalami sesak napas dan napas yang dangkal.
Lambung yang kepenuhan juga bisa memicu makanan yang kembali naik ke esofagus atau kerongkongan.
Inilah yang dikenal dengan Gerd (gastroesophageal reflux disease).
Baca juga: Kedahsyatan Salat Qobliyah Subuh, Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya, Tata Cara & Hukum Mengerjakan
Baca juga: Ini Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 2022 Seluruh Daerah Indonesia
Salah satu gejala Gerd adalah heartburn atau lebih dikenal dengan istilah nyeri ulu hati.
Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit atau panas seperti terbakar yang muncul pada dada dan bisa menjalar hingga ke leher.
Muntah
Ketika lambung tidak sanggup lagi menampung makanan yang terlalu banyak, bukan tidak mungkin bila akan dipaksa keluar oleh tubuh lewat muntah.
Ini disebabkan oleh aktivitas lambung yang terlalu berat dalam mencerna makanan.
Cepat mengantuk
Bila mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat maupun gula ketika buka puasa, kita akan mudah mengantuk.
Dilansir kompas.com, aktivitas pun akhirnya bisa terganggu, misalnya jadi malas ikut tarawih.
Baca juga: Merugilah Muslim Memilih Tidur Setelah Sahur di Bulan Ramadhan!
Baca juga: Sah atau Tidak Mandi Junub/Wajib Usai Subuh Saat Puasa Ramadhan?
Berat badan naik
Jika berniat menjadikan bulan Ramadhan untuk menurunkan berat badan, kuncinya adalah jangan makan berlebihan saat buka puasa.
Meski sangat lapar ketika waktu buka puasa tiba, jangan kalap dan tetaplah jaga pola makan.
Tips agar tidak makan berlebihan saat buka puasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kenapa-stres-membuat-nafsu-makan-meningkat.jpg)