Breaking News:

BATAM TERKINI

DAFTAR Aturan Masuk bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri Lewat Pelabuhan Batam

Pemerintah telah menetapkan aturan masuk wilayah Indonesia terutama Batam bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Cek apa saja aturannya.

TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
Kedatangan penumpang dari Singapura di Pelabuhan Harbour Bay, Batu Ampar Batam, Rabu (23/3/2022). Pemerintah telah menetapkan aturan masuk wilayah Indonesia terutama Batam bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aturan masuk wilayah Indonesia terutama Batam bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan RI Nomor 15 Tahun 2022.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, Achmad Farchanny, mengatakan, pihaknya telah menjalankan serta mengawasi prosedur masuk PPLN sesuai dengan SE tersebut.

"Aturan tentang PPLN sudah sangat jelas di dalam SE Satgas Nasional Nomor 15/2022," ujar Farchanny.

Adapun dalam SE tersebut, seluruh PPLN yang diizinkan masuk ke Indonesia tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Saat ini, pintu masuk pelabuhan yang menerima kedatangan PPLN berada di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali; Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau; Pelabuhan Tanjungpinang, Kepulauan Riau; Pelabuhan Bintan, Kepulauan Riau; dan Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara.

PPLN yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Benoa, Pelabuhan Batam dan Pelabuhan Bintan masih menerapkan sistem bubble, atau aktivitasnya dibatasi sekitar wilayah Bali, Batam dan Bintan.

Baca juga: ATURAN Bagi Wisman Bikin Kesal, Pemerintah Dinilai Masih Tergagap Sambut Kedatangan Turis Asing

Baca juga: Selama Ramadan, Rumah Makan di Batam Boleh Buka Tapi Harus Pasang Gorden

PPLN yang masuk dengan tujuan wisata, diwajibkan menyertakan surat hasil negatif RT-PCR dari negara asalnya maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, serta sertifikat vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.

Selain itu, PPLN melampirkan visa kunjungan singkat atau izin masuk lainnya sesuai aturan perundang-undangan.

Wisman juga wajib membayar premi asuransi kesehatan yang nilai pertanggungannya dapat mencapai minimal USD 25.000. Asuransi ini mencakup biaya penanganan Covid-19 apabila wisman terpapar Covid-19 di Indonesia. Sebelum datang, wisman juga dianjurkan telah memesan kamar hotel atau tempat akomodasi di daerah tujuannya. 

Setiap PPLN wajib mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melacak aktivitas dan riwayat pemeriksaan Covid-19 yang dijalani. Seperti diketahui, pada saat kedatangan, wisman kembali melakukan pemeriksaan RT-PCR di pelabuhan, dan dapat menunggu hasil tes tersebut di hotel tempat menginap.

"Jika hasil PCR test negatif, maka wisman dapat melanjutkan aktivitasnya di luar hotel," ujar Farchanny.

Namun, PPLN yang merupakan penumpang Warga Negara Indonesia (WNI), seperti Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar/mahasiswa, pegawai pemerintah atau perwakilan Indonesia dalam ajang perlombaan tingkat nasional tetap wajib menjalani kebijakan karantina.

Adapun lamanya waktu karantina tergantung pada perolehan dosis vaksin Covid-19.

PPLN yang baru menerima vaksin dosis pertama wajib karantina minimal 7x24 jam, jika sudah menerima dosis kedua wajib karantina 5x24 jam, dan dosis ketiga hanya 3x24 jam.

Farchanny menambahkan, untuk pengambilan sampel swab bagi wisman, dilakukan secara mandiri oleh klinik atau lab yang menyediakan layanan pemeriksaan Covid-19 dan telah bekerjasama dengan pengelola pelabuhan.

Sementara itu, pengambilan sampel swab bagi PMI dilakukan oleh petugas KKP, dan diperiksa di BTKLPP Batam.

"KKP terus mengawasi klinik dan lab yang beroperasi di pelabuhan atau bandara untuk memastikan pelaksanaannya sesuai prosedur dan tarif yang telah ditetapkan pemerintah," tambah Farchanny. ( TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved