RAMADHAN
Jangan Lakukan 8 Hal Ini Agar Puasa Tidak Batal hingga Waktu Berbuka
Agar puasa yang dijalankan sah, sebaiknya umat muslim hindari 8 hal yang membatalkan puasa ini.
TRIBUNBATAM.id - Menjalankan ibadah puasa menjadi hal wajib yang dilakukan umat muslim di bulan Ramadhan ini.
Agar puasa yang dijalankan sah, sebaiknya umat muslim hindari 8 hal yang membatalkan puasa ini.
Di antaranya muntah dengan disengaja hingga haid saat menjalankan puasa.
Berikut 8 hal yang membatalkan puasa dirangkum dari laman resmi NU Online:
1. Masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja.
Pertama, hal yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja.
Artinya, jangan sampai ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam (jauf) seperti mulut, hidung, dan telinga.
Jika hal itu tidak sengaja, maka puasa tetap sah.
Baca juga: Menu Sahur dan Buka Puasa Sehat Ala Dokter Zaidul Akbar, Tetap Fit dan Bugar Tanpa Takut Gemuk
Baca juga: Inilah Syarat Wajib Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan dan Orang yang Tak Diwajibkan Melaksanakannya
2. Hal yang membatalkan puasa berikutnya adalah berobat dengan cara memasukkan obat atau benda melalui qubul (lubang bagian depan) atau dubur (lubang bagian belakang).
Seperti pengobatan bagi orang yang menderita ambeien atau orang yang sakit dengan pengobatan memasang kateter urin.
3. Yang juga membatalkan puasa adalah muntah dengan disengaja.
Sehingga, orang yang muntah karena tidak disengaja maka puasanya tidak batal selama tidak ada muntahan yang ditelan.
4. Selanjutnya, hal yang membatalkan puasa adalah melakukan hubungan suami istri di siang hari puasa dengan sengaja.
Tidak hanya membatalkan puasa, tetapi orang yang melakukannya juga dikenai denda (kafarat).
Denda tersebut berupa melakukan puasa (di luar Ramadan) selama dua bulan berturut-turut.
Jika tidak, maka ia harus memberi makan satu mud (0,6 kg beras atau ¼ liter beras) kepada 60 fakir miskin.
5. Hal yang membatalkan puasa adalah keluar air mani (sperma) sebab bersentuhan kulit.
Seperti mani yang keluar karena melakukan onani atau bersentuhan kulit dengan lawan jenis tanpa melakukan hubungan seksual.
Berbeda jika keluar mani sebab mimpi basah (ihtilam), maka puasanya tetap sah.
6. Haid atau nifas saat siang hari berpuasa juga menjadi salah satu hal yang membatalkan puasa.
Baca juga: Lakukan 4 Amalan Sunah Ini, Bisa Menambah Pahala saat Puasa Ramadhan
Baca juga: Penderita Diabetes Boleh Makan Kurma? Begini Aturan Konsumsi yang Aman agar Gula Darah tak Naik
Wanita yang mengalami haid atau nifas, selain puasanya batal juga diwajibkan untuk mengqadhanya ketika Ramadhan usai nanti.
7. Hal yang membatalkan puasa berikutnya adalah mengalami gangguan jiwa atau gila (junun) saat sedang berpuasa.
Orang yang sedang melaksanakan puasa Ramadan di siang hari, kemudian gila, maka puasanya batal.
Orang tersebut harus meng-qadha-nya jika ia sudah sembuh.
8. Murtad atau keluar dari agama Islam juga menjadi salah satu hal yang membatalkan puasa.
Artinya, jika orang yang sedang berpuasa melakukan hal-hal yang bisa membuat dirinya murtad seperti menyekutukan Allah swt atau mengingkari hukum-hukum syariat yang telah disepakati ulama (mujma’ ‘alaih).
Nah, itulah hal-hal yang membatalkan puasa yang perlu diketahui oleh umat Islam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jangan-ngadi-ngadi.jpg)