Selasa, 28 April 2026

DISKOMINFO KEPRI

Amerika Serikat Lirik Kepulauan Riau, Jadi Penerima Hibah Investasi Program Compact-2 MCC

Provinsi Kepulauan Riau terpilih menjadi satu dari 5 daerah yang menjadi penerima hibah bantuan lembaga luar negeri Amerika Serikat (AS).

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Diskominfo Kepri
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad memimpin rapat dan presentasi Program Compact-2 MCC di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (7/4/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Amerika Serikat (AS) memberi perhatiannya untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Melalui Millenium Challenge Corporation (MCC), mereka memiliki program Compact-2 yang memfokuskan Kepri sebagai salah satu dari 5 provinsi di Indonesia.

Ini merupakan lembaga bantuan luar negeri Amerika Serikat untuk membantu perjuangan melawan kemiskinan global.

MCC menyalurkan hibah dari hasil pembayaran pajak masyarakat AS untuk memberi manfaat bagi negara-negara sedang berkembang yang didirikan oleh Kongres AS pada Januari 2004.

Sedangkan Program Compact adalah program kerja sama antara MCC dengan suatu negara untuk mendanai proyek-proyek spesifik selama 5 tahun yang ditargetkan untuk mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Gubernur Kepri Temui Menteri Perhubungan, Bahas Percepatan Sejumlah Proyek Strategis di Kepri 

Baca juga: Targetkan 1,34 Juta Orang Divaksin Booster, Pemprov Kepri Bakal Tambah Jumlah Nakes

Pada Desember 2018, Dewan Direksi MCC memutuskan bahwa Indonesia terpilih untuk dapat menerima Hibah MCC untuk Program Compact kedua. Kementerian PPN/Bappenas telah ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia sebagai koordinator mitra MCC dalam tahap perencanaan Program Compact kedua ini.

Di Kepri sendiri, Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau Tanjungpinang menjadi proyek strategis yang diajukan untuk dibiayai pembangunan infrastrukturnya melalui Program Compact-2 ini. Pelabuhan Kuala Riau selama ini dikenal sebagai masyarakat dengan nama Pelantar I dan Pelantar II.

Selain Provinsi Kepri, terdapat Provinsi Sulawesi Utara, Sumatra Selatan, Provinsi Riau dan Bali yang menjadi sasaran hibah investasi yang sifatnya time bound ini.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan bahwa pengembangan Pelabuhan Kuala Riau yang merupakan integrasi Pelantar I dan II adalah bagian komprehensif dari kota Tanjungpinang.

"Selama ini digunakan untuk kepentingan logistik masyarakat dan kondisinya sudah sangat padat dengan alur lalu lintas hanya satu jalur. Tujuan integrasi adalah untuk memudahkan alur logistik yang selama ini dwelling timenya memakan waktu rata-rata satu minggu," papar Gubernur Ansar pada Rapat dan Presentasi Program Compact-2 MCC di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (7/4/2022) pagi.

Baca juga: Gubernur Kepri Gerak Cepat Gesa Pariwisata Anambas, Bandara Letung Bakal Berstatus Internasional

Baca juga: Wakil Gubernur Kepri Serahkan Bantuan Minyak Goreng Murah di Batam

Menurut Gubernur Kepri, hadirnya Pelabuhan Sri Bintan Pura dan pelabuhan penyeberangan ke Pulau Penyengat yang berdekatan akan semakin terintegrasi jika pengembangan Pelabuhan Kuala Riau ini terealisasi.

"Maka Pelabuhan Kuala Riau ini kalau nanti MCC bersama kita mengembangkannya, maka akan menjadi pelabuhan terintegrasi yang bisa melengkapi semua kebutuhan-kebutuhan pelayaran" ungkap Gubernur.

Gubernur Ansar Ahmad juga mengungkapkan komitmennya dalam program ini dengan kesiapan melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan dan siap memberikan keterangan terkait masukan dan pertanyaan dari pihak MCC.

"Agar tepat sasaran, tepat guna, dan bermanfaat. Kalau ini dibangun dengan komprehensif bisa menjadi workway masyarakat dan menambah performance Kota Tanjungpinang" tutupnya.

Sementara itu Environmental and Social Associate Director MCC, Jason Jones menyampaikan saat ini hibah Compact tersebar di 24 negara di seluruh dunia dan kebanyakan dari Afrika.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved