Breaking News:

KARIMUN TERKINI

INI Syarat Agar Festival Lampu Colok di Karimun BIsa Digelar

Tradisi festival lampu colok yang biasanya digelar pada bulan Ramadhan hingga menyambut perayaan hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Tri Indaryani
DOKUMENTASI
Festival Lampu Colok di Kundur Kabupaten Karimun 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Tradisi festival lampu colok yang biasanya digelar pada bulan Ramadhan hingga menyambut perayaan hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
 

Di tahun ini masih menjadi kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, setelah selama dua tahun lampu colok telah ditiadakan mengingat kasus penyebaran Covid-19 yang merebak.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim mengatakan perlunya musyawarah bersama terkait kebijakan festival lampu colok di tahun ini, pada Ahad (17/4/2022).

"Kita (Pemkab Karimun-red) akan adakan rapat jelang Idul Fitri. Kalau memang sepakat itu tradisi kita hidupkan, kebudayaan kita hidupkan dengan lampu colok makan akan diperlombakan," ujar Anwar Hasyim.

Diketahui, Festival lampu colok ini identik dengan menggunakan lampu yang terbuat dari botol atau kaleng minuman bekas  yang disusun menyerupai ornamen bangunan masjid tiga dimensi.

Lebih lanjut, sebagai bentuk kemeriahan lampu colok ini biasanya dapat dijumpai saat 7 hari terakhir Ramadan atau biasa disebut malam tujuh likur

Baca juga: Tinggi Kurang 1 Cm, Seorang Calon Bintara Polri di Lingga Gugur, 36 Orang Lulus Administrasi

Baca juga: Ratusan Porsi Bubur Dibagi Gratis untuk Warga Sekitar Masjid Al Alaa Bukit Kapitan Lingga

Sementara dari sisi anggaran, Anwar Hasyim menyebut festival lampu colok ini terakomodir menggunakan APBD yang harus dibahas dalam rapat koordinasi menjelang hari raya Idul Fitri mendatang.

"Untuk perlombaan harus tercover dari APBD tahun ini. Nah, ini (anggaran-red) kita tidak tau, oleh karna itu masih menjadi pertimbangan yang juga akan dibahas dalam rapat mendatang," tambahnya.

Wakil Bupati Anwar menyebut, jika dalam musyawarah nantinya menyepakati untuk digelarnya festival lampu colok, maka harus tetap dilaksanakan dengan melihat situasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun.

K"alau memang Covid-19 melandai, saya lebih condong untuk di gelar. Karena keindahan menghadapi Idul Fitri adalah lampu colok," terangnya.

Dengan begitu, Anwar Hasyim menegaskan dalam festival lampi colok itu tentunya tidak berdampak akan kesehatan masyarakat.

"Digelar tapi tidak berpengaruh dengan kesehatan masyarakat, manfaat lebih besar dan budaya lebih hidup, kita akan lakukan," katanya. (TRIBUNBATAM.id/ Yeni Hartati)
 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved