Selasa, 9 Juni 2026

RAMADHAN

AWAS Penyakit Mengintai Gegara Tidur Setelah Sahur

Ahli gastroenterologi dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengatakan langsung tidur setelah sahur tidak direkomendasi

Tayang:
istock
Ilustrasi - AWAS Penyakit Mengintai Gegara Tidur Setelah Sahur 

TRIBUNBATAM.id - Tidak sedikit masyarakat yang memilih langsung tidur setelah sahur dini hari.

Kebiasaan ini terjadi karena sulitnya sebagian orang menahan kantuk, namun diwajibkan sahur saat puasa.

Ahli gastroenterologi dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengatakan, langsung tidur setelah sahur tidak direkomendasikan bagi orang normal.

Terlebih, bagi mereka yang memiliki penyakit maag atau penyakit asam lambung (GERD).

"Makan terakhir itu dianjurkan dua jam sebelum tidur," ujar Ari.

Untuk menyiasatinya, Ari menyarankan untuk beristirahat dalam posisi setengah duduk dengan bantal yang ditinggikan.

Sebab, saat berada di posisi berbaring, makanan yang belum dicerna secara optimal akan kembali ke kerongkongan dan membawa asam lambung.

Baca juga: TERNYATA Ini Waktu yang Tepat Menyikat Gigi Setelah Sahur saat Menjalankan Puasa

Baca juga: Imsakiyah Puasa Wilayah Batam, Bintan, Tanjungpinang Hari Ini, Senin 18 April 2022

Sementara itu Ahli Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Inge Permadi, MS, SpGK mengatakan, sebenarnya tidur setelah sahur tidak dilarang.

"Metabolisme tubuh tidak akan terganggu hanya karena kita tidur," kata dia.

Namun perlu diperhatikan jarak waktu antara selesai makan dengan tidur.

"Ketika makanan masuk ke dalam tubuh kita, berarti tubuh kita sedang aktif. Bukan masalah metabolisme tubuh, tapi makanan adalah sumber energi. Ketika sumber energi tidak dipergunakan oleh tubuh kita, yang akan terjadi akan ditumpuk" jelas dia.

Menurut Inge, makanan yang ditumpuk baru akan dipergunakan saat kita beraktivitas.

Inilah pentingnya jarak antara selesai makan dengan waktu tidur.

Oleh karena itu, tidak disarankan untuk langsung tidur setelah sahur.

Baca juga: TIPS Agar Anak Tetap Sehat saat Puasa, Perbanyak Konsumsi Makanan Ini

Baca juga: Menyegarkan, Inilah Resep dan Cara Membuat Es Susu Stroberi, Cocok untuk Minuman Buka Puasa

Gangguan pencernaan

Posisi berbaring saat tidur dapat menghambat proses pengosongan lambung.

Jika kondisi ini terus terjadi, besar kemungkinan seseorang untuk rentan mengalami gangguan pencernaan.

Adapun jenis gangguan yang muncul bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan agar proses pencernaan menjadi lebih lancar.

Saat tidur, tubuh hanya memerlukan sedikit energi sehingga makanan yang dikonsumsi saat sahur tidak digunakan untuk kebutuhan beraktivitas.

Seperti dilansir dari kompas.com, akibatnya lebih banyak makanan akan ditimbun menjadi lemak.

Kondisi ini menyebabkan seseorang rentan mengalami perut buncit atau pun obesitas jika langsung tidur setelah sahur.

Baca juga: Cara Membuat Madeleine Cake di MasterChef Indonesia 9 yang Cocok Buat Buka Puasa dengan Teh Hangat

Baca juga: Resep dan Cara Bikin Es Cendol Tanpa Santan untuk Menu Buka Puasa

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved