Jumlah Merchant QRIS di Kepri 2022 Capai 137.272 Merchant, Paling Banyak di Batam
Sampai dengan Triwulan I 2022, sudah ada 137.272 merchant di Kepri yang terdaftar menggunakan QRIS sebagai salah satu alat pembayaran.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau (Kepri) menganjurkan masyarakat mulai beralih menggunakan pembayaran non-tunai, terutama di masa mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.
Pasalnya, pembayaran secara non-tunai, khususnya menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dinilai lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja, mengungkapkan, sampai dengan Triwulan I 2022, sudah ada 137.272 merchant di Kepri yang terdaftar menggunakan QRIS sebagai salah satu alat pembayaran.
Jumlah ini meningkat 10,28 persen dari akhir tahun 2021 lalu yang sebanyak 124.472 merchant. Kenaikan jumlah merchant ini, menurut Musni, membuktikan bahwa QRIS semakin mudah diakses oleh masyarakat untuk berbelanja.
Dari seluruh merchant ini, mayoritasnya berada di Kota Batam, yakni sebanyak 101.501 merchant.
Sementara itu, untuk pengguna QRIS di Kepri sendiri, jumlahnya mencapai 117.686 pengguna.
"Kami mendorong masyarakat menggunakan non-tunai, khususnya QRIS, baik untuk bertransaksi di kafe, atau toko lainnya," ujar Musni, Sabtu (23/4/2022).
Selain QRIS, Bank Indonesia juga telah melaunching BI Fast untuk pembayaran ritel yang beroperasi 24 jam dengan biaya yang lebih murah. BI Fast sejauh ini berkembang dan mendapat sambutan baik dari masyarakat.
Baca juga: Penerimaan Pajak Kepri 2022 Capai Rp 2,28 Triliun per 18 April
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kepri 2022 Diprediksi Capai 4,5 Persen
Pada dua batch awal, yakni di bulan Desember 2021 dan Januari 2022, terdapat 44 bank di wilayah NKRI yang telah menjadi peserta BI-FAST dan didominasi oleh Bank Umum.
Kemudian pada batch III, calon peserta didominasi oleh BPD dan diperkirakan live pada pertengahan 2022.
"Transaksi melalui BI Fast secara nasional pada bulan Maret 2022 tercatat sebanyak 40,2 juta transaksi dengan nilai nominal Rp 183,6 triliun atau meningkat 43 % secara nasional," jelas Musni.. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-pembayaran-digital-melalui-qr-code.jpg)