Ingin Belajar Bahasa Inggris dan Mandarin? Asparnas Kepri Buka Pendaftaran Beasiswa
Asparnas Kepri membuka program beasiswa berupa pelatihan bahasa Inggris dan Mandarin. Kuota yang diberikan untuk 5.000 orang.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kepri membuka program beasiswa berupa pelatihan bahasa Inggris dan Mandarin.
Program Beasiswa Cakap English & Mandarin Club dengan tema hospitality ini merupakan salah satu bentuk persiapan kerja secara online yang berfokus pada peningkatan kapasitas diri.
Selain itu pengembangan hard skill bagi peserta program untuk membantu berkomunikasi dengan wisatawan asing dan membuka lebih banyak pintu peluang karier yang lebih baik.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asparnas Kepri, Mulyadi Tan mengatakan, kuota yang diterima pada program tersebut sebanyak 5.000 peserta.
Dalam pelatihan tersebut, dikemas dalam bentuk pembelajaran dua arah secara daring (online) yang mempertemukan pengajar profesional dengan murid secara real time.
“Ini tujuannya untuk peningkatan kapasitas diri SDM pariwisata. Karena di Kepri kita kebanyakan kedatangan turis yang berbahasa Inggris dan Mandarin," ucap Mulyadi Tan, Minggu (24/4/2022).
Untuk pendaftaran, telah dibuka sejak 1 April 2022 kemarin. Semula pendaftaran akan ditutup pada 30 April 2022.
"Namun kita perpanjang sampai akhir Mei 2022 mendatang," sebutnya.
Baca juga: Pemudik Tujuan Jakarta Meningkat, Pengelola Bandara Tanjungpinang Minta Pesawat Ditambah
Baca juga: Jelang Lebaran Idul Fitri, Apindo Kepri Bagikan 5.000 Paket Sembako kepada Masyarakat
Bagi yang tertarik, calon peserta bisa langsung mengisi formulir pendaftaran melalui link https://bit.ly/aspxckpkepri.
Bagi peserta yang lolos akan dihubungi oleh panitia melalui nomor telepon yang ditinggalkan saat mendaftarkan diri.
“Sasaran dari program beasiswa Cakap Asparnas English dan Mandarin Club hospitality ini bisa dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, pelaku UMKM, pelajar SMK bidang pariwisata, pelaku tour and travel termasuk petugas pelayanan publik seperti polisi pariwisata, petugas imigrasi, petugas bea cukai,” jelasnya.
Program ini akan berlangsung selama 3 bulan. Dalam seminggu ada dua sesi. Satu sesi belajar akan berlangsung selama 50 menit.
(Tribunbatam.id/endrakaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google