BATAM TERKINI
BATAM Waspada Penyakit Hepatitis Misterius Serang Anak-anak, Kenali Cara Penularannya!
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mewaspadai benar masuknya penyakit hepatitis misterius. Kenali pola penularannya!
Selain itu, anak-anak juga harus menjaga kebersihan diri.
Hepatitis juga dapat menyerang orang dewasa, terutama yang memiliki kebiasaan hidup kurang baik.
Seperti suka mengonsumsi minuman beralkohol tinggi, mengonsumsi makanan berlemak yang berlebihan, dan kurang istirahat.
Banyak kasus hepatitis akut misterius ini berupa penyakit kuning, dan gejala gastrointestinal termasuk sakit perut, diare, dan muntah.
KONDISI Covid-19 Batam Terkini
Meski mewaspadai akan penyekit hepatitis yang menyerang anak-anak, kabar baik masih datang untuk warga Batam.
Khususnya saat momen Idul Fitri 1443 Hijriah ini, tidak ada pasien yang dirawat di rumah sakit terkait kasus Covid-19.
Sudah beberapa hari terakhir ini, Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), nihil kasus aktif Covid-19 dan menjadi wilayah zona hijau di Kepri.
"Alhamdulillah, semoga ini terus membaik. Jadi kita kosong kasus, tidak ada lagi pasien yang kita rawat," ujar Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, Rabu (4/5/2022).
Diakuinya, sejak Senin 2 Mei 2022, tidak ada penambahan kasus baru. Menurutnya, nihilnya penambahan kasus Covid-19 ini merupakan hadiah lebaran yang indah.
Baca juga: Menular Lewat Konsumsi Air Minum, Waspada Penyebab dan Gejala Hepatitis E
Baca juga: Gejala dan Ciri-ciri Hepatitis yang Mengancam Organ Hati, Alkohol dan Virus Jadi Penyebabnya
"Alhamdulillah sejak 1 Syawal sampai hari ini zero kasus COVID-19. Tak ada penambahan. Kalau saya bilang, ini hadiah lebaran yang sangat indah," katanya.
Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, hingga hari ini, total pasien yang ditangin di Batam sebanyak 30.964 pasien. Dari data tersebut, 30.052 pasien dinyatakan sembuh dan 12 pasien dinyatakan meninggal dunia.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat, meski kasus COVID-19 sekarang nihil. Namun, harus tetap menjaga protokol kesehatan.
"Kita tetap harus selalu menjaga protokol kesehatan sampai status pandemi dicabut oleh pemerintah pusat," katanya.
Didi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang bersama menangani kasus Covkd-19 di Kota Batam.
"Terima kasih buat seluruh pejuang-pejuang COVID-19. Kerja kita belum berakhir. Tetap semangat," katanya.(TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0902kadinkes-batam.jpg)