Kamis, 14 Mei 2026

Heboh Hepatitis Misterius Serang Anak-anak, Ini Sikap Pemerintah Provinsi Kepri

Sekda Kepri Adi Prihantara sebut, pihaknya sudah melakukan rapat sikapi munculnya hepatitis misterius yang serang anak-anak.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
freepik.com
Heboh Hepatitis Misterius Serang Anak-anak, Ini Sikap Pemerintah Provinsi Kepri. ilustrasi vaksin HEPATITIS 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kasus hepatitis misterius mulai merebak di Indonesia, dan menelan korban jiwa dari anak-anak.

Kementerian Kesehatan melaporkan setidaknya ada lima anak meninggal dunia diduga akibat hepatitis akut.

Namun hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab datangnya hepatitis akut pada anak.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat ini belum mengeluarkan surat edaran atau peraturan lainnya menyikapi munculnya kasus tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara mengatakan, dalam rapat yang dilakukan pihaknya, masih dalam upaya pencegahan saja.

"Kita beberapa hari lalu sudah adakan rapat, mulai terkait penyakit yang menyerupai hepatitis, maupun perkembangan Covid-19," ujarnya, Jumat (13/5/2022).

Ia mengatakan, dalam rapat itu masih dilakukan survelains epidemologi dahulu. Selanjutnya ditentukan langkah apa yang akan diambil.

"Soalnya bukan hanya Kepri, pusat hingga WHO juga belum menemukan apa nama virus ini. Hanya virus ini mirip seperti hepatitis saja," sebutnya.

Baca juga: Sumbar dan Bangka Belitung Muncul Kasus Hepatitis Akut, Negara Maju Paling Banyak Kasus

Baca juga: Duh Gusti! Corona Belum Selesai Hepatitis Akut Misterius Muncul, Apa Kata Ahli

Ia melanjutkan, saat ini memang belum ada kebijakan untuk meliburkan anak sekolah, mengingat virus ini rentan terhadap anak-anak.

"Sejauh ini belum ada. Kita masih pakai kebijakan dalam kondisi pencegahan Covid-19. Ada sekolah yang masih tatap muka terbatas," jawabnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, M Bisri menjelaskan, memang belum ada hasil penelitian terhadap virus tersebut.

"Jadi hanya sebatas mirip seperti hepatitis saja. Tapi tidak masuk dalam tipe hepatitis. Intinya belum lengkap dan belum ada hasil penelitiannya," ucapnya.

Ia pun membenarkan, bila gejala penyakit tersebut mirip dengan hepatitis.

"Jadi pencegahannya yakni pola hidup sehat. Virus ini seakan lebih cepat penularannya dibandingkan Covid-19," ujarnya.

"Karena virus ini bisa menular dengan sentuhan, dan makanan. Orang tua perlu lebih teliti saat anaknya membeli jajanan," tambahnya.

Sebab, menurut Bisri, bila makanan yang dijual tidak masak dan tidak sehat dalam pengelolaannya, akan berdampak pada penularan virus tersebut.

Pencegahan

Diketahui, penyakit hepatitis akut misterius diketahui lebih rentan menyerang anak-anak. 

Orang tua perlu tahu bagaimana cara penularan hepatitis akut pada anak. 

Kabar mengenai munculnya hepatitis akut membuat masyarakat waswas, khususnya para orang tua. 

Penyakit ini pertama kali ditemukan di sejumlah negara di Eropa. 

Di Indonesia, hingga saat ini Kementerian Kesehatan telah mendeteksi 15 kasus hepatitis akut. 

Meski belum diketahui pasti, namun para ahli menduga Adenovirus menjadi biang kerok dari munculnya penyakit misterius ini. 

Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi RSCM, Profesor Hanifah Oswari mengatakan,  bahwa virus tersebut utamanya menular melalui saluran pencernaan dan pernapasan. 

Cara mencegah penularan Hepatitis akut pada anak

Untuk mencegah risiko infeksi, orang tua disarankan untuk melakukan tindakan pencegahan. 

Salah satu penularan hepatitis akut pada anak terjadi melalui saluran pencernaan. 

Untuk itu, Hanifah menyarankan orang tua untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.  

"Jagalah kebersihan, mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi matang, tidak menggunakan alat makan bersama, dan menghindari kontak anak dari orang yang sakit," ujar Hanifah, mengutip laman Sehat Negeriku Kemenkes. 

Selain itu, hepatitis akut juga menular melalui saluran pernapasan. 

Untuk itu, orang tua disarankan agar tetap menerapkan protokol kesehatan ala Covid-19 pada anak. 

Orang tua perlu waspadai gejala

Orang tua juga perlu mewaspadai sejumlah gejala yang muncul. 

Hanifah menjelaskan beberapa gejala awal yang muncul di antaranya mual, muntah, sakit perut, diare, dan terkadang disertai demam ringan. 

Seiring waktu berjalan, gejala akan semakin berat dengan air urine yang berwarna pekat seperti teh atau tinja yang berwarna putih pucat. 

"Jika mengalami gejala tersebut bawa anak-anak ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan," ujar Hanifah mengingatkan. 

Hanifah juga mengingatkan orang tua untuk tidak menunggu hingga gejala berat mulai bermunculan pada anak. Telat membawa anak ke fasyankes bisa berujung fatal. 

"Kalau sudah sampai terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelamatkan sangat kecil," ujar Hanifah. 

Untuk itu, selain melakukan cara-cara mencegah penularan hepatitis akut pada anak, orang tua juga perlu mewaspadai apa pun yang dirasakan dan dialami anak demi mendapatkan penanganan yang tepat. (Tribunbatam.id/endrakaputra/Lia Sisvita Dinantri)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved