Breaking News:

Sumbar dan Bangka Belitung Muncul Kasus Hepatitis Akut, Negara Maju Paling Banyak Kasus

Kementerian Kesehatan melaporkan temuan belasan kasus hepatitis akut pada 5 provinsi di Indonesia hingga Senin (9/5).

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan temuan belasan kasus hepatitis akut di Indonesia. Foto diambil sebelum muncul pandemi covid-19. 

TRIBUNBATAM.id - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) mengungkap temuan kasus hepatitis akut di Indonesia.

Selain DKI Jakarta dengan 11 kasus, temuan kasus serupa dilaporkan muncul di Sumatra Barat dan Bangka Belitung masing-masing dengan 1 kasus.

Kemudian di Jawa Barat da Jawa timur dengan jumlah yang sama, masing-masing 1 kasus.

Kemenkes mencatat, 5 pasien dilaporkan meninggal dunia serta sisanya dalam perawatan.

Rata-rata pasien yang terkena hepatitis akut berusia 1-6 tahun.

"Sampai hari ini kondisi di Indonesia ada 15 kasus," ujar Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang dilakukan secara virtual, Senin (9/5/2022).

Baca juga: HEBOH Hepatitis Akut Misterius Serang Anak-anak, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

Baca juga: Batam Masih Bersih Kasus Hepatitis Akut, Kadinkes: Warga Jangan Panik!

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari yang lalu.

Dimana Kemenkes menyebut terdapat empat kasus dugaan penularan hepatitis akut di Indonesia.

Ia pun mengungkapkan, hingga hari ini, jumlah kasus hepatitis akut terbanyak terjadi di Inggris, yakni sebanyak 115 kasus.

Selain itu, kasus ini juga terjadi di Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Budi mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat dan Inggris usai Idul Fitri.

Namun, belum ada jawaban pasti terkait kasus hepatitis akut misterius ini.

"Dan kami sudah mendapatkan informasi, kesimpulannya belum bisa dipastikan virus apa yang 100 persen menyebabkan adanya penyakit hepatitis akut ini," ujar Budi.

Budi mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada semua rumah sakit dan dinas kesehatan untuk melakukan pengawasan surveilans terkait dengan kasus ini per 27 April 2022.

Baca juga: Cara Mencegah Penularan Hepatitis Akut pada Anak serta Gejala jika Sudah Terinfeksi

Baca juga: Duh Gusti! Corona Belum Selesai Hepatitis Akut Misterius Muncul, Apa Kata Ahli

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved