Breaking News:

8 Narapidana Buddha di Rutan Karimun Terima Remisi Khusus Waisak 2022

Karutan Karimun Yogi Suhara sebut, sebenarnya ada 10 warga binaan beragama Buddha yang kasusnya sudah inkrah. Namun hanya 8 yang penuhi syarat remisi

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Pemberian remisi khusus Waisak kepada 8 warga binaan di Rutan Karimun, Senin (16/5/2022) 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 8 Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Tanjungbalai Karimun terima remisi khusus Hari Raya Waisak tahun 2022, pada Senin (16/5/2022).

Remisi tersebut diberikan kepada warga binaan yang kasusnya sudah memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Kepala Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun Yogi Suhara mengatakan, remisi khusus ini diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif.

"Ada 8 orang yang mendapat remisi atau potongan hukuman di hari raya Waisak tahun ini," ujar Yogi.

Yogi menambahkan, remisi diberikna kepada narapidana yang telah menjalani pidana minimal enam bulan.

Kemudian, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan negara.

Diketahui, secara keseluruhan WBP beragama Buddha di Rutan Karimun berjumlah 17 orang. Namun yang telah memenuhi persyaratan untuk menerima remisi sebanyak 8 orang.

"Ada 7 orang masih berstatus tahanan, sementara 10 lainnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Namun yang kami ajukan terima remisi hanya 8 orang, dan telah memenuhi syarat," jelasnya.

Baca juga: 102 Warga Binaan di Kepri Diusulkan Dapat Remisi Khusus di Hari Raya Waisak 2021

Baca juga: Waspada Penyebaran Covid-19, Vihara Bahtra Sasana Terapkan Prokes Ketat saat Rayakan Hari Waisak

Yogi berharap remisi yang diberikan diharapkan dapat memotivasi narapidana untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari.

"Sebagai apresiasi atas perilaku mereka yang tidak melanggar aturan, yang ikut dalam program pembinaan, dan tentu semua sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan," terangnya.

Yogi menambahkan, semua kasus bisa memperoleh remisi. Namun untuk tindak pidana khusus seperti korupsi harus membayar uang denda dan uang pengganti. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved