Lansia & Usia Muda Bisa Cacat atau Lumpuh, Kenali Tanda-tanda Stroke dan Cara Mencegahnya
Ketika stroke menyerang manusia aliran darah ke otak akan tersumbat sehingga terjadi kematian sel. Hal ini dapat terjadi karena iskemia
TRIBUNBATAM.id - Sudah banyak contoh bagaimana mengerikannya stroke menyerang manusia dan kondisi penderitanya setelah mengalami stroke.
Secara umum orang yang sudah pernah terserang stroke akan mengalami kecacatan, dan yang terparah adalah kelumpuhan.
Ketika stroke menyerang manusia, aliran darah ke otak akan tersumbat sehingga terjadi kematian sel.
Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) akibat penyumbatan (trombosis, embolisme arteri) atau adanya pendarahan.
Stroke iskemik yang biasanya disebabkan diabetes, menjadi mayoritas pada penderita stroke.
Gejala-gejalanya termasuk: hemiplegia atau ketidakmampuan menggerakkan satu atau lebih anggota badan dari salah satu sisi badan, aphasia atau ketidakmampuan berbicara atau tidak mampu melihat salah satu sisi.
Dilansir dari wikipedia, faktor-faktor yang meningkatkan terjadinya stroke adalah:
Baca juga: Bebas dari Penyakit Stroke di Masa Tua, Mulailah Rutin Konsumsi 2 Minuman Ini Setiap Hari
Baca juga: Mengenal Heat Stroke, Penyakit yang Bisa Muncul saat Cuaca Panas
- usia
- tekanan darah tinggi
- stroke sebelumnya
- diabetes
- kolesterol tinggi
- merokok
- fibrilasi atrium
- migrain
- trombofilia (kekurangan trombosis)
Saat ini, stroke tidak lagi jadi ancaman orang-orang lanjut usia (lansia) tetapi juga kaum produktif.
Sebelum itu benar-benar terjadi, penting mengetahui cara mencegah stroke baik untuk pria maupun wanita.
Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini agar menghindari stroke di usia produktif maupun lansia.
Seseorang dapat mengubah gaya hidup dan asupan yang dikonsumsi sehari-hari agar terhindar dari stroke.
Baca juga: Bahaya Minyak Jelantah Bagi Kesehatan, Penyakit Jantung dan Stroke Mengintai
Baca juga: Masih Ingat Presenter Dunia Lain? Begini Kondisi Terbaru Harry Pantja Yang Terkena Stroke
Kurangi penggunaan garam dan gula
Gula akan menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan.
Ini akan berujung kepada tubuh yang gemuk.
Sehingga aliran darah pun ikut tersumbat akibat adanya lemak-lemak di dalam tubuh.
Sedangkan garam akan membuat tensi darah menjadi tinggi dan menyebabkan hipertensi pada seseorang.
Hipertensi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan stroke di kemudian hari.
Rutin olahraga
Olahraga dapat membantu seseorang mengurangi kadar stres dalam tubuh.
Stres ternyata juga menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan tensi darah menjadi naik dan membuat pembuluh darah pecah jika tidak diatasi sesegera mungkin.
Baca juga: Cara Deteksi Pembekuan Darah di Otak, Cegah Stroke dengan Mengenali 7 Gejala Ini
Baca juga: Stroke Mengintai Usia Muda, Waspada Gejala Awal Pada Pria
Kurangi atau setop merokok
Berdasarkan penuturan dr. Susanti dari Medical Center Kompas Gramedia, kandungan rokok dapat membuat darah menjadi lebih kental.
Pengentalan ini akan memengaruhi ketebalan pembuluh darah, sehingga menjadi sempit dan berpotensi pecah atau bahkan tersumbat.
Maka dari itu, perhatikan pola dan gaya hidup ketika beraktivitas sehari-hari agar potensi terkena stroke dapat dikurangi.
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)