Breaking News:

WISATA KEPRI AMAN

Bangkitkan Wisata, Dispar Kepri Benahi Infrastruktur hingga Panggil Lagi Karyawan yang Dirumahkan

Dinas Pariwisata Kepri memberi lowongan pekerjaan baru ke masyarakat dan memperbaiki infrastruktur yang cukup lama terbengkalai selama pandemi.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Tri Indaryani
TribunBatam.id/Dokumentasi Dispar Kepri
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri (Kadispar Kepri) Buralimar mengatakan, Dinas Pariwisata Kepri memberi lowongan pekerjaan baru ke masyarakat dan memperbaiki infrastruktur yang cukup lama terbengkalai selama pandemi. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah aturan perjalanan saat ini sudah dimudahkan dan dilonggarkan.

Harapannya, dengan kelonggaran tersebut akan membangkitkan kembali sektor pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri).

Salah satunya dengan sudah diperbolehkan oleh Pemerintah untuk membuka masker di area terbuka, sehingga hal ini membuat semangat masyarakat dan menjadi titik terang bagi kebangkitan pariwisata dan wisatawan khususnya di Kepulauan Riau (Kepri).

"Tentunya Kepri atau Indonesia akan dinilai aman, dan dampak ke depan wisman akan bersemangat datang ke sini," ucap Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dispar Kepri, Afitri, Minggu (22/5/2022).

Sementara itu dilihat secara medis juga memberikan gambaran bahwa Indonesia atau Kepri segera menuju endemi.

Sekarang ini kata Afitri, pihaknya terus mengampanyekan pariwisata Kepri aman.

Jika sudah aman maka akan timbul rasa nyaman saat berwisata.

Baca juga: SEJARAH Kota Tua Penagi, Pernah Jadi Pusat Perdagangan di Natuna Ujung Utara Indonesia

Baca juga: DAFTAR Harga Ikan di Dabo Lingga Selama Musim Angin Selatan, Jumlah Terbatas Harga Naik

"Strategi kita tetap membenahi SDM, pekerja yang dulunya dirumahkan akan dipanggil dan diberi pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya," kata Afitri.

Selain memberi lowongan pekerjaan baru kepada masyarakat, pihaknya juga akan melakukan perbaikan Infrastruktur yang cukup lama terbengkalai sejak pandemi Covid-19.

Termasuk fogging di objek wisata yang lama tidak didatangi harus diperhatikan agar tidak menjadi sumber penyakit dan permasalahan baru.

"Tinggal pembenahan infrastruktur yang belum selesai saja perlu kita benahi,” jelasnya.

Sepanjang 2022 adapun jumlah kunjungan wisman ke Kepri sudah lebih dari 2.000 orang, meski belum signifikan namun angka tersebut dinilai sudah cukup baik walaupun sekarang sudah masuk triwulan II 2022.

"Kalau kita lihat ke belakang saat awal pandemi jauh lebih sedikit," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved