BINTAN TERKINI

Bikin Resah! Tambang Pasir Ilegal di Kawal Bintan Mulai Ganggu Istirahat Warga

Warga Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan mengeluhkan keberadaan tambang pasir ilegal yang beroperasi dari malam hingga subuh.

Penulis: Alfandi Simamora |
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Lokasi Tambang pasir ilegal yang pernah ditertibkan pihak kepolisian di daerah Kawal, beberapa waktu lalu. Warga Kawal mengeluhkan aktivitas tambang pasir ilegal yang mengganggu istirahat warga sekitar. 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Warga Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan mengeluhkan keberadaan tambang pasir ilegal yang beroperasi dari malam hingga subuh.

Keluhan itu disampaikan sejumlah warga karena menganggu aktivitas istirahat masyarakat.

Selain itu lori yang melintas di jalan pemukiman warga juga tidak beraturan, terkadang ada yang melaju tanpa menghiraukan pengendara sepeda motor yang melintas.

"Jadi pernah waktu itu ada ibu-ibu pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat terkejut disalip lori yang berjalan kencang," terang Ketua KNTI Gunung Kijang,David Andriyadi, Rabu (25/5/2022).

David juga menuturkan, terkait tambang pasir ilegal sudah pernah di tertibkan pihak kepolisian beberapa bulan lalu.

Pihak kepolisian juga menutup tambang pasir ilegal di wilayah Gunung Kijang.

Beberapa warga tempatan juga patuh menutup aktivitas tambangnya.

Baca juga: Semua Personel Satpol PP Tanjungpinang Ikuti Tes Urin, Rahma : Buktikan Bersih dari Narkoba

Baca juga: Gubernur Kepri Serahkan Bantuan Senilai Rp 2,2 Miliar di Lingga , Ini Rinciannya

Namun, kini malah ada orang luar menambang, malam hari pula.

"Jadi kalau kami warga disini sudah tidak menambang lagi dan patuh. Ini malah dari luar ada yang nambang di daerah Teluk Bakau," jelasnya.

Ditanya apakah sudah lama beroperasi, David menambahkan terkait apkah sudah lama dirinya tidak mengetahui sudah beberapa lama. 

"Intinya penambang pasir itu beroperasi di saat malam hari itu ada. Soalnya setiap malam beberapa lori lalu lalang mengantar pasir ke arah Kijang dan Tanjungpinang. Itulah yang kami keluhkan,kita bukan mengganggu orang cari makan,” katanya. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)

 

 

 

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved