Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

JUMLAH Janda di Anambas Terus Bertambah, Dipicu Perselingkuhan hingga Game Online

Jumlah kasus perceraian di Kabupaten Kepulauan Anambas terus meningkat setiap tahun. Perceraian itu dipicu oleh berbagai hal termasuk game online.

TRIBUNBATAM.id/NOVEN SIMANJUNTAK
Hakim Sidang Pengadilan Agama Tarempa, Kabupaten Anambas Abdul Wahab mengatakan, jumlah kasus perceraian di Kabupaten Kepulauan Anambas terus meningkat setiap tahun. Perceraian itu dipicu oleh berbagai hal termasuk game online. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Jumlah kasus perceraian di Kabupaten Kepulauan Anambas terbilang tinggi.

Setiap tahun perkara pasangan suami isteri yang diterima oleh Pengadilan Agama Anambas menunjukkan peningkatan angka yang signifikan.

Berdasarkan data tahun 2018 terdapat 73 kasus perceraian, tahun 2019 ada 96 kasus, tahun 2020 ada 104 kasus, dan 2021 ada 112 kasus.

Hakim Sidang Tarempa, Abdul Wahab mengatakan, tahun 2022 ini, diperkirakan kasus perceraian di Kepulauan Anambas juga masih akan bertambah.

Terbukti, mulai Januari hingga Mei 2022 saja sudah terdapat 59 kasus perceraian.

"Jadi banyak pasangan suami isteri yang usia pernikahannya baru dan tergolong di bawah 5 tahun mengajukan cerai ke sini," ujarnya, Minggu (12/6/2022).

Ia mengungkapkan, penyebab kasus perceraian di Anambas tergolong beragam dan unik.

Baca juga: Pastikan Penyebab Kebakaran Home Stay Nagoya, Tim Puslabfor Polda Riau Ambil 4 Sampel Sisa Kebakaran

Baca juga: TERUNGKAP! Ini Penyebab Kebakaran Kapal Kargo KLM Bintang Surya di Perairan Pulau Nipah

"Penyebab yang paling dominan yaitu karena perselingkuhan dan hampir 40 persen, lalu karena KDRT dan ekonomi," sebutnya.

Bahkan yang lebih menarik lagi, lanjut Abdul, fenomena akses jaringan telekomunikasi yang mulai masuk ke Anambas sejak tahun 2019 menjadi pemicu angka kasus perceraian.

"Dengan sinyal yang mulai mudah ini, maraknya game online menjadi kebiasaan dari kaum laki - laki sehingga terkadang isteri di rumah kurang perhatian," ungkapnya.

Adapun dominasi usia kasus perceraian berkisar di angka 40 - 50 tahun dan menyusul usia 20 - 30 tahun.

Oleh pihaknya, setiap kali ada perkara yang masuk, akan diupayakan mediasi terlebih dahulu kepada pasangan suami isteri itu.

"Tidak lansung dikabulkan untuk bercerai. Kita akan upayakan damai dahulu sebagaimana implementasi aturan Mahkamah Agung nomor 1 tahun 2016," terangnya.

Terakhir, Abdul pun berpesan apabila terjadi perselisihan dalam rumah tangga, kiranya dapat diselesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu dan tidak terburu-buru untuk mengajukan perceraian ke Pengadilan.

"Jadi sikap kepercayaan pasangan itu juga harus ada. Jangan sampai suami yang memang lagi kerja nyari duit isteri curiga selingkuh atau apa lah, begitu juga isteri kalau ditinggal suami kerja melaut karena kan di sini banyak nelayan ya jangan juga selingkuh artinya harus saling menjaga perasaan dan saling percaya," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjuntak)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved