Bendahara Projo Sebut Jabatan Presiden Jokowi Lebih Masuk Akal Tambah Setengah Periode
Ribut wacana penambahan masa jabatan Presiden Jokowi ditanggap Bendahara Projo. Menurutnya lebih masuk akal jika ditambah setengah periode.
TRIBUNBATAM.id - Wacana masa jabatan Presiden menjadi tiga periode masih saja santer terdengar.
Meski Presiden Republik Indonesia sudah menegaskan tunduk pada konstitusi dan amanah Undang undang Dasar 1945, nyatanya isu penambahan masa jabatan masih saja muncul.
Pro kontra mengenai rencana ini pun mengemuka di masyarakat.
Meski begitu, bendahara umum Pro Jokowi (Projo), Panel Barus mengatakan bahwa isu tiga periode jabatan presiden ibarat api yang mau mati.
Artinya sebagai sebuah kemungkinan politik, wacana tiga periode jabatan presiden sangatlah kecil.
Saat ini kata dia yang memungkinkan masa jabatan Joko Widodo ditambah setengah periode menjadi 2,5 periode.
“Saya yang lebih masuk akal bukan 3 periode, tapi 2,5 periode,” kata Panel Barus dalam diskusi bertajuk 'Bangkit Dari Kubur Jokowi 3 Periode', di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2022).
Baca juga: Temui Massa Mahasiswa, DPRD Kepri Sepakat Tolak Presiden 3 Periode
Baca juga: Mantan Pemulung Ini Sukses Tiga Periode Jadi Anggota Dewan Batam, Dikenal Kritis
Menurutnya menambah masa jabatan presiden setengah periode, efortnya tidak sebesar tiga periode jabatan presiden. Harus ada amandemen undang-undang dasar 1945.
“Mekanisme 2,5 periode artinya nambah. itu lebih mungkin, energinya lebih ada,” katanya.
Meskipun jadwal pemilu sudah diketok, kata dia, penambahan masa jabatan presiden masih memungkinkan.
Terutama apabila ada kejadian besar yang memaksa adanya penundaan pemilu.
“Kalau tiba-tiba ada kondisi luar biasa, itu bisa jadi faktor yang menentukan (penundaan pemilu). Kalau pemilu 2024 itu kan agenda politik negara yang sudah berjalan. nah yang 2,5 periode itu masih bisa numpang di tengah jalan itu nanti,” pungkasnya.
Penolakan mengenai wacana penambahan masa presiden menjadi 3 periode diketahui datang dari politisi PDIP, Masinton Pasaribu.
Ia menilai jika gagasan tersebut tidak merepresentasikan semangat reformasi dan demokrasi.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi bertajuk 'Bangkit Dari Kubur Jokowi 3 Periode', di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/presiden-jokowi-resmi-memperpanjang-ppkm-level-4-hingga-2-agustus-2021.jpg)