Jumat, 10 April 2026

Apa Itu Lyme? Menular dari Kutu, 14 Persen Manusia di Dunia Diduga Sudah Terinfeksi

Bakteri Borrelia burgdorferi (Bb) yang menjadi salah satu penyebab penyakit Lyme ditemukan dalam darah 14,5 persen dari hampir 160.000 total sampel

Suar.id
Ilustrasi kutu - Apa Itu Lyme? Menular dari Kutu, 14 Persen Manusia di Dunia Diduga Sudah Terinfeksi 

TRIBUNBATAM.id - Tahukah Anda lebih dari 14 persen orang di dunia diduga telah terjangkit penyakit Lyme.

Dilansir dari Science Alert, tim mengumpulkan data dari 89 penelitian untuk mengetahui seberapa umum penyakit Lyme di dunia.

Hasilnya menunjukkan bakteri Borrelia burgdorferi (Bb), salah satu yang menyebabkan penyakit Lyme ditemukan dalam darah 14,5 persen dari hampir 160.000 total peserta.

"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seroprevalensi global dan karakteristik sosiodemografi Bb pada populasi manusia," tulis para peneliti.

Studi sebelumnya juga menemukan prevalensi tick-borne diseases atau penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari kutu, meningkat dua kali lipat dalam 12 tahun terakhir.

Kondisi tersebut disebabkan durasi musim panas yang lebih lama dan lebih kering karena perubahan iklim, migrasi hewan, hilangnya habitat, dan semakin sering manusia melakukan kontak dengan hewan peliharaan.

Baca juga: Mengenal Virus Corona Varian Omicron BA.4 dan BA.5, Gejala hingga Asal Muasalnya

Baca juga: Mengenal Virus Hendra yang Menular dari Hewan ke Manusia

Menurut penelitian, penyakit Lyme ditularkan pertama kali melalui kutu.

Temuan itu diungkapkan dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMJ Global Health tahun 2022.

"Ini adalah tinjauan sistematis paling komprehensif dan terkini tentang prevalensi penyakit di seluruh dunia," ujar peneliti.

Para peneliti menyebut wilayah Eropa Tengah memiliki tingkat infeksi akibat gigitan kutu tertinggi, di mana jumlahnya mencapai 20 persen.

Sementara, pria berusia di atas 50 tahun yang tinggal di daerah pedesaan paling berisiko menderita penyakit Lyme.

Setelah Eropa Tengah, wilayah dengan tingkat antibodi terhadap penyakit Lyme tertinggi adalah Asia Timur sebesar 15,9 persen.

Kemudian disusul Eropa Barat dengan 13,5 persen, dan Eropa Timur sebanyak 10,4 persen.

Sementara Karibia memiliki tingkat terendah, dengan hanya 2 persen populasi.

Baca juga: 7 Pria di RSKI Covid-19 Galang Batam Masih Berjuang Sembuh dari Virus Corona

Baca juga: Inilah Kelompok Orang Paling Rawan Terjangkit Virus Corona Varian Baru, Simak Kata Peneliti WHO

Mengutip pemberitaan Kompas.com, penyakit Lyme adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved