Breaking News:

Curhat Pedagang di Tanjungpinang saat Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu/Kg: Susah Laku

Seorang pedagang di Tanjungpinang Abdurahman sebut, mahalnya harga cabai juga buat pedagang susah lantaran pembeli makin sepi, stok lama habis

Penulis: Rahma Tika | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Rahma Tika
Abdurahman, seorang pedagang cabai di Pasar Baru I Tanjungpinang 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Harga cabai di Tanjungpinang kian pedas.

Di Pasar Baru I Tanjungpinang misalnya, harga cabai mencapai Rp 120 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai ini dirasakan masyarakat, baik dari kalangan ibu rumah tangga, pedagang makanan, hingga penjual cabai.

Sejauh ini pedagang cabai di Pasar Baru I Tanjungpinang belum mengetahui pasti penyebab harga cabai kian melonjak tinggi.

Hanya saja kenaikan harga cabai ini berdampak pada penjualan yang kian menurun.

Seorang pedagang cabai di Pasar Baru I Tanjungpinang, Abdurahman mengatakan, harga cabai setan sekarang mencapai Rp 120 ribu per kilogram.

Dua hari sebelumnya, ia masih menjual cabai setan Rp 100 ribu per kilogram.

Sedangkan cabai rawit dan cabai merah sebelumnya dijual seharga Rp 80 ribu per kg, sekarang Rp 100 per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai Merah di Karimun Capai Rp 105 Ribu Per Kg, Pedagang Tak Berani Stok Banyak

Baca juga: Harga Cabai Rawit Setan di Batam Capai Rp 110.000, Pedagang Kios Cuma Berani Stok 1 Kilogran

Kemudian cabai hijau sekarang Rp 60 ribu per kilogram, biasanya hanya Rp 25 ribu per kg.

"Naiknya langsung Rp 20 ribu per kilo. Pembeli banyak yang tidak mau beli banyak-banyak,” ucap Abdurahman, Rabu (15/6/2022).

Abdurahman tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga cabai itu.

Pihaknya hanya mengetahui informasi kenaikan harga dari pemasok yang tiba-tiba sudah menaikkan harga. Otomatis pedagang harus membeli dengan harga yang ada.

"Dari agen harganya naik, kami terpaksa beli juga. Kemarin cabai setan modalnya Rp 110 ribu, kita jual Rp 120 ribu," ucapnya.

Tingginya harga cabai itu, cukup menyulitkan para pedagang dalam menghabiskan stok yang ada. Karena pembeli semakin sepi dan tidak mau membeli dalam jumlah banyak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved