Breaking News:

KARIMUN TERKINI

JUMLAH Kapal di Karimun Ada 2.285 Unit Tapi Kuota Solar hanya Cukup untuk 459 Kapal

Saat ini ada 2.285 unit kapal nelayan berkapasitas hingga 10 G) yang beroperasi di Karimun. Sayangnya, kuota solar hanya cukup untuk 459 unit.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati
Kepala Cabang Dinas Kelautan Perikanan wilayah Kepulauan Riau, satuan kerja Kabupaten Karimun, Anwar.   

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri (Satker Karimun) mencatat, saat ini ada 2.285 unit kapal nelayan berkapasitas 1 hingga 10 Gross Tonnage (GT) yang beroperasi di wilayah Perairan Karimun.

"Pertumbuhan pengadaan kapal perikanan di Karimun meningkat signifikan. Pada tahun 2021 bertambah 89 unit dengan bobot 10 hingga 30 GT," ujar Anwar, Kepala Cabang DKP Kepri Satker Karimun, Jumat (17/6/2022).

Dalam hal ini, sebanyak 459 unit berdimensi 10 hingga 30 GT yang setiap harinya memerlukan BBM solar sebagai bahan bakar mencari ikan di laut.

Namun untuk memenuhi kebutuhan BBM kapal tersebut diperhitungkan berdasarkan formula yang mengacu pada Permen KKP No 13 tahun 2019 mencapai 50.876 KL.

Sementara kuota solar yang ada saat ini di Kabupaten Karimun hanya 19.514 KL.

Baca juga: Tolak Pembangunan Tower Telekomunikasi, Warga Perumahan Dang Merdu Indah Protes ke Kantor Lurah

Sehingga dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan semua kapal di Kabupaten ini. 

"Untuk memenuhi kebutuhan 459 kapal saja kuota itu tidak cukup. Jadi diawasi seketat apapun pada dasarnya memang tidak cukup," ujarnya.

Tidak tercukupinya kebutuhan BBM tersebut dipicu kurang efektifnya pembaharuan data kapal dengan kategori 1 hingga 30 GT yang beroperasi di Karimun.

Pemicu lainnya akibat peningkatan kebutuhan kapal-kapal yang sebelumnya tidak mendaftarkan sebagai penerima BBM subsidi.

Dalam pendataan kapal Pemerintah Kabupaten juga tidak relevan dengan pesatnya pertumbuhan industri maritim saat ini.

Hal ini yang mengakibatkan, pengaruh terhadap data dan informasi yang diberikan kepada BPH Migas.

Jumlah kapal setiap tahun meningkat di Karimun, bahkan untuk pengadaan dari DKP Provinsi, di tahun 2019 hingga tahun 2021 sebanyak 256 unit yang sebelumnya hanya berjumlah 164 unit.

"Data inilah yang menjadi acuan Pemda untuk merevisi kuota solar," ujarnya.

Anwar menduga adanya permainan sehingga memicu kelangkaan BBM solar subsidi seperti saat ini.

Diketahui, kuota BBM solar subsidi yang ada saat ini telah didistribusikan melalui 7 perusahaan yang tersebar di wilayah Karimun. ( TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

 

 

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved