Breaking News:

Batam Singapura Jadi Saksi Mahathir Mohamad Mohon ke Indonesia, Kini Klaim Kepulauan Riau

Pernyataan eks Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad terkait Kepulauan Riau dan Singapura memantik reaksi banyak pihak di Indonesia.

Kompas.com
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. Gubernur Kepulauan Riau bereaksi terkait pernyataan Mahathir soal klaim negeri jiran terhadap Kepri. 

Melansir The Star seperti diberitakan Intisari, kapal itu diduga terkait skandal korupsi 1 Malaysian Development Berhad (1MDB), yang sebelumnya ditahan di Bali pada awal tahun 2018 oleh pihak berwenang Indonesia.

Kapal berbendera Cayman Island itu ditangkap pada bulan Februari 2018 atas permintaan pemerintah AS sebagai bagian dari penyelidikan skandal korupsi yang diluncurkan Departemen Kehakiman (DOJ).

Kemudian putusan pengadilan Indonesia pada bulan April menyatakan bahwa kapal pesiar itu disita secara tidak sah dan harus dikembalikan kepada pemiliknya.

Tetapi, pihak berwenang Indonesia kembali menangkap kapal itu pada bulan Juli menyusul permintaan resmi untuk bantuan hukum dari AS.

Namun, akhirnya pada Jumat 3 Agustus 2018, diputuskan untuk menyerahkan kapal pesiar itu ke Malaysia setelah adanya permintaan pribadi yang dibuat oleh Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad.

Baca juga: Seperti Singapura, Negeri Jiran Malaysia Bakal Hapus Karantina Asal Penuhi 4 Syarat Ini

Baca juga: Singapura Lirik Peluang Impor Ayam dari Indonesia, Gantikan Pasokan Malaysia yang Terhenti

Mahathir Mohamad mengunjungi Indonesia pada bulan Juni sebelumnya, sebagai kunjungan resmi pertamanya setelah kembali menjabat.

REAKSI PDIP

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menanggapi klaim mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengenai Kepulauan Riau atau Kepri.

Dalam hal ini, Hasto menyinggung tentang Operasi Dwikora pada era Soekarno yang bertujuan membebaskan negara Asia seperti Malaysia dari jajahan negara asing.

Hasto menilai, rakyat Malaysia harusnya berterima kasih pada Indonesia karena mau meluncurkan Operasi Dwikora.

Sebelumnya, Mahathir Mohamad menyebut Malaysia semestinya mengklaim Singapura dan Kepri sebagai bagian dari Tanah Melayu.

Pernyataan tersebut dilontarkan Mahathir karena menurutnya Singapura dan Kepri adalah bagian dari Tanah Melayu yang memiliki hubungan historis dengan Malaysia.

Statement kontroversi ini juga akhirnya mendapat tanggapan dari Kantor Staf Presiden RI, yang dijelaskan oleh Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodawardhani yang mengatakan apa yang diungkapkan Mahathir Mohamad perlu dikonfirmasi lagi.

Baca juga: Mahathir Mohamad Berseloroh Genap Berusia 96 Tahun, Pernah Jadi Perdana Menteri Malaysia 2 Dekade

Baca juga: Insiden Kapal Terbalik Angkut PMI Tujuan Malaysia Dekat Pulau Putri Batam, Tujuh Orang Masih Hilang

Apakah pernyataan Mahathir Mohamad merupakan posisi resmi Pemerintah Malaysia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved