BATAM TERKINI

Kondisi Lingkungan Sungai Pelunggut Batam, Sampah Plastik Hingga Kursi Hanyut Sampai Laut

Kondisi Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Batam jauh dari lingkungan yang bersih dan asri, banyak sampah rumah tangga hingga kursi.

TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
Kondisi sampah rumah tangga yang menggenangi Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (25/6/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Lingkungan yang bersih dan asri tentu jadi idaman setiap orang.

Namun berbeda kondisinya dengan warga yang tinggal dekat aliran Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sampah rumah tangga dengan jumlah yang tidak sedikit menggenangi aliran sungai ini.

Mulai sampah plastik, bekas botol minuman sampai keranjang buah dan kursi tergenang di aliran air terusan drainase dari Kecamatan Batuaji ini.

Kondisinya semakin jelas ketika hujan deras jarang turun.

Sampah rumah tangga seketika dengan mudah ditemukan pada sepanjang aliran sungai ini menuju laut.

Derasnya air yang mengalir di sungai Pelunggut tersebut dengan mudah menghanyutkan sampah yang ada di dalam sungai.

Ketua Komunitas pecinta Sungai Pelunggut (Kopling supel), Alpian mengakui sampah rumah tangga terbawa aliran air saat hujan turun deras.

Baca juga: Wakil Gubernur Kepri Ajak Masyarakat Batam Gunakan Pembungkus yang Ramah Lingkungan

Baca juga: GEGER Pengembang Tutup Alur Sungai Pelunggut, 3 Kaveling Terancam Banjir, Lurah Cek Lokasi

"Semakin sering hujan turun, sampah yang hanyut semakin sedikit. Tetapi kalau sempat satu bulan hujan tidak datang, kemudan langsung datang hujan deras. Semakin banyak sampah rumah tangga yang hanyut," ucap Alpian beberapa waktu lalu.

Dia mengatakam kondisi tersebut sudah lama terjadi.

Melihat hal ini, ia pun membentuk komunitas pecinta lingkungan.

Mereka intens menggelar gotong royong membersihkan sampah dengan segala keterbatasan yang ada.

"Tapi ya itu, kami bersih-bersih hanya dengan alat seadanya," ujarnya.

Dia juga mengatakan selama ini sudah mereka sudah mengajukan kepada Pemerintah Kota Batam untuk mengadakan jaring atau sampan.

Tujuannya agar saat hujan turun sampah tersebut bisa dijaring dan dipinggirkan.

"Tapi sampai saat ini hal itu belum ada. Ya begitulah kondisinya," kata Alpian.

Dia mengatakan dari Kaveling Kamboja atau ujung sungai yang sudah terbangun dinding beton ke laut kurang lebih dua kilometer.

"Jadi jelas sampah yang hanyut sampai ke laut. Kondisinya dikhawatirkan semakin menumpuk jika terus dibiarkan," kata Alpian.

TENTANG Kopling Supel

Semenjak dikukuhkan dan dilantik oleh Pemerintah Kota Batam, 30 November 2019 lalu, Komunitas Peduli Lingkungan Sungai Pelenggut (Kopling Supel) Sagulung langsung beraksi.

Yakni mengumpulkan belasan ton sampah yang hanyut terbawa air di sungai Pelenggut dengan peralatan seadainya.

Setiap kali hujan turun, sampah yang hanyut terbawa air kurang lebih jika dikumpulkan dibawa 10 ton.

Baca juga: Istri Walikota Batam Marlin Agustina Berhasil Nabung Rp 10 Juta dari Hasil Jualan Sampah

Baca juga: Ganjar Pranowo Dukung Penuh Borobudur Ditetapkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Lingkungan

Namun karena peralatan yang digunakan untuk mengangkut dan menjaring sampah dari sungai belum ada, Komunitas pecinta Sungai hanya bisa mengumpulkan sebagian sampah.

Alpian, Ketua Komunitas Peduli Lingkungan Sungai Pelenggut (Kopling Supel), mengatakan saat ini sampah di sungai Pelenggut yang merupakan muara semua air dari Batuaji dan juga Sagulung, menjadi titik berkumpulnya sampah.

"Komunitas kita ini baru dibentuk dan di lantik. Kita belum memiliki alat. Jadi yang bisa kita lakukan hanya himbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai," katanya.

Meski belum memiliki alat, kata Alvian, saat ini komunitas sudah berusaha untuk mengangkat sampah dari badan sungai, ke darat.

"Sampah yang sudah kita kumpulkan sudah lebih dari 15 ton. Itu pun belum seberapa dibanding sampah yang hanyut," sebutnya.

Dia mengatakan semakin sering hujan turun, semakin banyak sampah yang hanyut terbawa air.

Baca juga: Pemuda Hanyut di Sungai Deli saat Buang Sampah

Baca juga: Walikota Tanjungpinang Apresiasi Kegiatan TMMD Sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan

"Kami belum bisa bekerja maksimal untuk mengumpulkan sampah, alat kita belum ada," ucap Alpian.

Dia mengatakan, ke depan mereka akan mengajukan pengadaan alat kepada pemerintah Kota Batam, untuk membangun jaring sampah.

"Jadi sampah yang terjaring bisa kita angkut ke luar," ungkapnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.

"Untuk untuk anak cucu kita ke depan, kalau sampah hanyut ke laut, banyak hal bisa terjadi," ujarnya.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved