Breaking News:

BERITA KESEHATAN

Jangan Salah, Ini Beda Demam Pada Penderita DBD, Tipes dan Malaria

Demam Berdarah Dengue (DBD), Tipes (demam tifoid) dan Malaria adalah tiga penyakit dengan gejala yang sama yaitu demam tinggi yang dialami penderita

kolase Tribun Style
Ilustrasi demam berdarah - Jangan Salah, Ini Beda Demam Pada Penderita DBD, Tipes dan Malaria 

TRIBUNBATAM.id - Ada banyak sekali penyakit yang bisa menyerang manusia dan memiliki gejala yang sama.

Mengetahui gelaja dari setiap penyakit bisa membuat penanganan yang tepat sesuai dengan obatnya.

Seperti contoh tiga penyakit yang akan dibahas kali ini, yang memiliki gejala sama yakni demam.

Demam Berdarah Dengue (DBD), Tipes (demam tifoid) dan Malaria adalah tiga sakit dengan gejala sama.

Penderita dari masing-masing serangan penyakit di atas ditandai dengan demam, meski tetap ada perbedaannya.

Seperti penuturan Staf Divisi Tropik Infeksi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM dr. Adityo Susilo, Sp.PD-KPTI, FINASIM yang mengatakan perbedaan ketiga ciri-ciri demam penyakit ini.

Gejala demam DBD

DBD adalah penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Baca juga: Tanjung Pinang Waspada Demam Berdarah, Kelurahan Ini Catat Kasus DBD Terbanyak

Baca juga: Batam Waspada Demam Berdarah, 5 Bulan Paling Banyak Serang Anak-anak

Menurut Adityo, ciri-ciri demam gejala DBD yang khas adalah:

  • Demam tinggi muncul secara mendadak selama kurang lebih tiga hari
  • Setelah demam tinggi, demam akan turun dan penderita masuk fase kritis
  • Selang kurang lebih tiga hari dari fase kritis, suhu tubuh akan naik lagi tapi tidak setinggi demam gejala awal
  • Tak hanya demam, penderita biasanya juga merasakan gejala DBD lain seperti sakit kepala parah, mata berat, nyeri otot dan lemas
  • Selain itu infeksi yang memengaruhi pencernaan bisa menyebabkan mual, ulu hati sakit, tidak nafsu makan dan minum

Grafik suhu demam gejala DBD apabila digambarkan pola demamnya naik turun mirip pelana kuda.

Banyak orang lengah, ketika demam sudah turun, padahal penderita mulai memasuki fase kritis.

"Setelah demam turun, justru penyakit masuk fase kritis. Ini karena antibodi mulai terbentuk dan lebih destruktif. Proses perlawanan menjadi makin hebat, risiko syok dan pendarahan akan meningkat. Ini berlangsung tiga hari, tapi beberapa kasus bisa lebih lama," ujar Adityo.

Baca juga: Data Kasus Demam Berdarah Dinkes Batam Hingga Maret 2022, Berikut Cara Mencegah DBD

Baca juga: 5 Cara Ampuh Berantas Sarang Nyamuk Demam Berdarah di Rumah, Jangan Gantung Pakaian Kotor!

Setelah berhasil melewati fase kritis, menurut Adityo, kondisi tubuh penderita bakal membaik.

Tanda-tanda DBD sembuh ini di antaranya demam tidak terlalu tinggi, gejala membaik dan trombosit meningkat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved