Breaking News:

PPDB SMA di Batam Diwarnai Protes Orangtua, Ini Sikap Ketua Komisi IV DPRD Kepri

Ketua Komisi IV DPRD Kepri Dewi Kumalasari tanggapi protes orangtua calon siswa terkait PPDB SMA di Batam. Pihaknya akan segera bahas dengan Disdik.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Dewi Kumalasari tanggapi soal protes orangtua calon siswa terkait PPDB SMA di Batam. Foto diambil Rabu (06/07/2022).. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diwarnai protes wali murid.

Para orangtua protes dan mempertanyakan mengapa anaknya tidak masuk sekolah pada PPDB jalur zonasi.

Terkait hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Dewi Kumalasari menyampaikan akan segera membahasnya dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri.

"Harus segera kita bicarakan, apa sebenarnya persoalan yang terjadi, agar anak-anak kita merasa nyaman. Kami bahas dengan Disdik supaya ada solusinya," katanya seusai Rapat Paripurna di DPRD Kepri, Rabu (6/7/2022).

Dewi mengatakan, sudah ada ketentuan yang berlaku pada PPDB. Termasuk kategori-kategori yang ada.

Baca juga: Orangtua Calon Siswa Datang Lagi ke SMA Negeri 3, Kumpul Berkas Seleksi PPDB Batam

"Kami dalam pembahasan yang sudah dilakukan, juga berkomitmen untuk terus dapat dievaluasi. Jangan ada anak tidak diterima di sekolah hingga tak bersekolah di Kepri," ujarnya.

Ia pun meminta kepada para orang tua serta anak untuk tidak memaksakan diri pada satu sekolah.

"Setiap kategori juga ada kuotanya. Semua dipadukan dalam sistem. Kalau kuotanya sudah penuh tentu sistem otomatis menolak," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah orang tua calon siswa secara terpisah mendatangi SMAN 1 Batam, dan SMAN 3 Batam.

Mereka meminta penjelasan anak mereka tidak diterima di sekolah itu. 

Dari protes orangtua calon siswa itu ada yang berujung demo di Kantor Wali Kota Batam di Batam Center.

Amina, warga Batam mengaku tinggal tepat berada di belakang sekolah SMA Negeri 3 sudah enam tahun.

Hanya saja baru mengurus administrasi seperti KTP dan KK setahun terakhir.

Baca juga: Kisruh PPDB Batam, Ida Bingung Anaknya Tak Diterima Masuk SMAN 1 Batam

Namun tetap anaknya tak diterima di jalur zonasi PPDB SMAN 3 Batam.

"Saya tinggal di Belakang SMA 3 tapi karena baru urus setahun lalu masak tak diterima," katanya.

Sebelumnya, para orang tua calon siswa sudah datang ke sekolah yang bersangkutan. Namun mereka tak mendapat solusi. . (Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved