Breaking News:

PROMO DI BATAM

Sejarah Mitra10, Pertama Kali Hadir di Kalimalang Kini Punya 44 Toko di Indonesia

Perjalanan panjang Mitra10 dimulai dari toko pertama di Kalimalang pada tahun 1997, kini telah memiliki 44 toko yang tersebar di 25 kota di Indonesia

Penulis: Aminudin | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Aminuddin
Opening ceremony grand launching remodeling Mitra10 Batam, Kamis (7/7/2022). Toko Mitra10 pertama kali hadir di Kalimalang pada 1997 

BATAM, TRIBUNBATAM.id, BATAM - PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) merupakan pemilik jaringan distribusi bahan bangunan, kimia dan FMCG serta ritel modern bahan bangunan dan home improvement Mitra10 serta home furnishing Atria. 

Tahun ini perseroan telah mengalokasikan 80 persen dari total belanja modal (capex) Rp600 miliar untuk pengembangan sektor ritel modern ( Mitra10 & Atria) dan 20 persen lainnya untuk segmen distribusi.

CSAP meyakini bahwa dengan menerapkan strategi ekspansi agresif di segmen ritel akan berdampak positif pada kinerja secara konsolidasi, terutama perbaikan di sektor margin dan prosentase pertumbuhan.

Pada 1Q2022, pendapatan secara konsolidasi CSAP tumbuh 12 persen dari Rp3,51 triliun pada 1Q2021 menjadi Rp3,93 triliun di tiga bulan pertama 2022.

Baca juga: Grand Launching Remodeling Mitra10 Batam Bertabur Promo Menarik

Segmen ritel tumbuh sebesar 16 persen. Segmen ini merupakan motor pertumbuhan bagi perseroan karena mampu tumbuh konsisten dua digit dan memiliki margin yang lebih besar ketimbang segmen distribusi.

Sekretaris Perusahaan CSAP Idrus H. Widjajakusuma mengatakan, kontribusi segmen ritel terus meningkat, bahkan pada tiga tiga bulan pertama 2022 tercatat 37 persen dari pendapatan konsolidasi, adapun segmen distribusi berkontribusi 63 persen.

"Kontribusi segmen ritel modern secara bertahap terus meningkat dari kisaran 20 persen pada tahun 2009 hingga kini 2022 mencapai 37 persen," ucapnya pada acara grand launching remodeling Mitra10 Batam, Kamis (7/7/2022).

Ditambahkannya, meningkatnya kontribusi sektor ritel atas sektor distribusi akan memberikan perbaikan margin laba bersih secara konsolidasi dan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi.

Hal tersebut mengingat besarnya potensi ritel modern bahan bangunan dan home improvement di Indonesia.

Solidnya kinerja pendapatan membuat bottom line Perseroan turut membukukan pencapaian positif.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham pengendali tumbuh 25 persen menjadi Rp79 miliar dibandingkan posisi yang sama tahun 2021 yakni Rp63 miliar.

Peningkatan tersebut setara pertumbuhan net margin dari 1,81 persen menjadi 2,02 persen pada tahun 2022.

Perjalanan panjang Mitra10 yang dimulai dari toko pertama di Kalimalang pada tahun 1997, kini telah memiliki 44 toko yang tersebar di 25 kota di Indonesia.

Dengan target 100 Mitra10 di tahun 2030 akan semakin mengokohkan posisi Mitra10 sebagai jejaring ritel modern bahan bangunan dan home improvement terbesar di Indonesia. (END)

Berawal dari Toko Cat 'Sentosa'

Berawal dari sebuah toko cat “Sentosa” sebesar 40 meter persegi di Jakarta pada tahun 1966 yang kini memasuki umur ke-56, CSAP sudah menjadi perusahaan independen di Distribusi dan Ritel Modern Bahan Bangunan yang terbesar di Indonesia.

Selain bahan bangunan, CSAP juga mendistribusikan Bahan Kimia dan Consumer Goods (FMCG).

Saat ini CSAP memiliki 43 Cabang Distribusi Bahan Bangunan di 41 kota besar, 4 Cabang Distribusi Kimia, 38 Area Distribusi FMCG, 44 outlet toko Mitra10 ritel moderen bahan bangunan & home improvement dan 18 showroom “Atria” ritel moderen hoome furnishing.(Tribunbatam.id/AMINUDDIN)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved