Rabu, 22 April 2026

BERITA CHINA

China Temukan Covid-19 Subvarian Baru, Tingkat Penularan Diklaim Lebih Cepat

Kota Shanghai China menemukan kasus subvarian baru Omicron BA.5.2.1 pertama pada 13 Mei 2022. Virus ini diklaim lebih cepat menular dan kebal vaksin.

Tribun Network
Ilustrasi Covid-19 - Kota Shanghai China menemukan kasus Covid-19 yang melibatkan subvarian baru Omicron BA.5.2.1 pada 8 Juli 2022 yang berasal dari kasus luar negeri. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - China menemukan kasus covid-19 yang melibatkan subvarian baru.

Kasus subvarian baru Omicron BA.5.2.1 ini pertama kali ditemukan di distrik keuangan Pudong, Kota Shanghai, China pada 8 Juli 2022 terkait dengan kasus dari luar negeri.

Varian Omicron BA.5, yang mendorong gelombang baru infeksi Covid-19 di luar negeri, pertama kali ditemukan di China pada 13 Mei 2022.

Kasus tersebut dialami pada seorang pria berusia 37 tahun yang terbang ke Shanghai dari Uganda.

Varian BA.5 telah terbukti memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dan kemampuan kekebalan lebih baik.

Tapi, vaksinasi masih tetep efektif memberikan perlindungan BA.5 terhadap kasus serius atau kematian.

Baca juga: Menkes Singapura Optimis Lonjakan Kasus Corona Tak Separah Gelombang Omicron

Kota Shanghai, China telah menghentikan lockdown yang berlangsung sekitar dua bulan pada awal Juni lalu.

Namun otoritas setempat terus memberlakukan pembatasan ketat segera setelah rantai transmisi potensial baru muncul.

Adapun kasus subvarian baru ini, menandakan permasalahan baru yang dihadapi China untuk mengikuti mutasi subvarian saat mengejar kebijakan nol kasus.

“Baru-baru ini kota kami terus melaporkan lebih banyak kasus positif yang ditularkan secara lokal dan risiko penyebaran epidemi melalui masyarakat tetap sangat tinggi,” ujar Komisi Kesehatan Shanghai Zhao seperti dikutip dari CNA, Senin (11/7/2022).

Penduduk di beberapa distrik utama Shanghai China akan menjalani dua putaran tes Covid-19 pada 12 hingga 14 Juli mendatang, sebagai upaya mengendalikan potensi wabah baru.

KARAKTERISTIK Gejala BA.5

Melansir NBC News, Gejala dari BA.5 yang paling umum dilaporkan meliputi pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, batuk terus-menerus hingga dan kelelahan.

Baca juga: Karimun Zero Kasus Covid-19, Kadinkes Optimis Kembali Zona Hijau Corona

Adapun subvarian BA.5 lebih mudah menghindari perlindungan dari vaksin dan riwayat infeksi sebelumnya.

Diperkirakan, subvarian ini sekitar tiga kali lebih sensitif terhadap antibodi penetralisir dari vaksin yang ada dibandingkan dengan versi asli varian Omicron, BA.1.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved