Breaking News:

KARIMUN TERKINI

KPHP Usut Dugaan Pembalakan Liar di Kawasan Hutan Lindung Desa Pongkar Karimun

Kepala KPHP Karimun Muhammad Zein sebut, penyelidikan yang dilakukan pihaknya berdasarkan rekaman video terkait aksi pembalakan liar di hutan lindung

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Yeni Hartati
Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) hasil pembalakan liar oleh oknum di kawasan hutan lindung Karimun, Selasa (12/7/2022). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) menyelidiki dugaan pembalakan liar di kawasan hutan lindung Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala KPHP Unit 1 Karimun Muhammad Zein mengatakan, penyelidikan yang dilakukan itu berdasarkan rekaman video warga yang mengabadikan aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan Desa Pongkar tersebut.

"Berdasarkan informasi yang telah kami terima, memang kami temukan dugaan adanya bekas- bekas pembalakan liar di sini (hutan lindung-red)," ujar Zein, Selasa (12/7/2022).

Namun setelah pihaknya melakukan pemeriksaan ke lapangan, aktivitas pembalakan liar itu tidak berada di hutan lindung melainkan zona putih.

"Penebangan ini dilakukan oleh oknum tanpa memiliki izin. Ini zona putih, peruntukannya bisa dibuat untuk lokasi apa saja atas izin pemerintah daerah," ujarnya.

Baca juga: Kementerian LHK Siap Putihkan Status Hutan Lindung untuk Perluasan Bandara RHA Karimun

Dengan begitu, pihaknya akan melakukan koordinasi bersama Polsek Tebing untuk penanganan lebih lanjut.

"Dalam hal ini jika ditemukan adanya aktivitas pembalakan liar, pelaku akan kami serahkan kepada polisi," ujarnya.

Sementara, Kapolsek Tebing AKP Brasta Pratama Putra mengatakan, telah menerima laporan terkait dugaan pembalakan liar tersebut.

AKP Brasta mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan penebangan secara sembarangan, karena hal itu melanggar hukum dan dapat dipidana.

"Hati-hati dalam melakukan penebangan hutan. Ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar," ujarnya.

Sebelumnya, dugaan pembalakan liar ini diketahui dari rekaman video singkat yang diambil warga setempat dari lokasi pembalakan hutan lindung.

Dalam video tersebut, terdengar suara mesin senso yang menandakan proses pembalakan sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Selain itu, dalam video itu juga memperlihatkan potongan kayu bakau yang sudah diolah oleh oknum menjadi papan. (tribunbatam.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved