Breaking News:

NATUNA TERKINI

Jelang Hari Bhakti Adhyaksa, Kejari Natuna Bagikan Sembako dan Sosialisasi RJ

Kejari Natuna membagikan paket sembako kepada masyarakat di Desa Tanjung dan Desa Sepempang jelang Hari Bhakti Ahdyaksa

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
Dok.Kejari Natuna
Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Natuna membagikan tali asih sebanyak 100 paket sembako kepada masyarakat, Kamis (14/7/2022) 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Natuna membagikan tali asih sebanyak 100 paket sembako kepada masyarakat, Kamis (14/7/2022).

Paket sembako tersebut dibagikan untuk masyarakat di dua desa, yaitu Desa Tanjung di Kecamatan Bunguran Timur Laut dan Desa Sepempang di Kecamatan Bunguran Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Imam MS Sidabutar melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Natuna, Maiman Limbong mengatakan, kegiatan bakti sosial pembagian sembako dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Kejaksaan Negeri di Indonesia.

Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-62 dan Hari Ulang Tahun ke-22 Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Tahun 2022 pada tanggal 22 Juli mendatang.

"Penyerahan paket sembako ini sesuai instruksi dari pusat dan dilaksanakan serentak. Ini untuk mendukung bangkitnya perekonomian Indonesia setelah pandemi Covid-19," kata Maiman Limbong.

Baca juga: Hari Bhakti Adhyaksa 2022, Kejati Kepri Gelar Baksos hingga Pemberian Beasiswa

Selain bakti sosial penyerahan paket sembako di Desa Tanjung, Kejari Natuna juga melakukan sosialisasi mengenai Restorative Justice (RJ) kepada warga setempat.

Ia menjelaskan, RJ adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku dan korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.

Menurutnya, RJ merupakan alternatif dalam sistem peradilan pidana dengan mengedepankan pendekatan integral antara pelaku dengan korban dan masyarakat sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik dalam masyarakat dengan kekeluargaan untuk tindak pidana yang memiliki ancaman hukuman di bawah 5 tahun dan denda paling tinggi Rp.2,5 juta.

"Kami dari Kejari Natuna akan terus melakukan sosialisasi mengenai Restorative Justice kepada masyarakat di daerah ini. Tujuannya tentu agar masyarakat memahami mengenai peradilan restorative ini," tambah Maiman Limbong.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Tanjung, Yakup mengucapkan terima kasih kepada Kajari Natuna yang diwakili oleh ibu Kajari Natuna beserta para Kasi dan Kasubbag yang telah hadir dan membagikan tali asih di desanya.

"Saya sebagai pihak tuan rumah sangat bersyukur sekali atas momen ini dan berterimakasih atas penyaluran bantuan berbentuk sembako kepada penerima BLT, PKH dan BPNT yang ada di Desa Tanjung," ucap Yakup.

Ia juga menyambut baik rencana Kejari Natuna untuk menjadikan Desa Tanjung sebagai salah satu desa pelaksanaan program Restorative Justice.

"Hal ini sangat bagus mengingat di desa banyak hal atau perkara yang sifatnya kecil yang bisa kita selesaikan, tanpa harus melalui jalur hukum," kata Yakup. (Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved