Selasa, 21 April 2026

COVID 19

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, WHO Ingatkan Ancaman Gelombang Terbaru

WHO mengingatkan kepada negara-negara di dunia untuk mewaspadai ancaman gelombang baru covid-19. Yakni terkait beredarnya varian-varian baru omicron.

Kompas.com
Ilustrasi covid varian Omicron 

NEW YORK, TRIBUNBATAM.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan potensi dan ancaman gelombang baru covid-19.

Pasalnya, saat ini ada beberapa varian Omicron yang menyebar secara bersamaan sehingga bisa mengancam kesehatan orang yang terinfeksi.

Terlebih, setiap varian COVID-19 baru ini disebut WHO lebih mudah menular dan mampu menghindari kekebalan pada tubuh manusia.

“Kita perlu bersiap untuk gelombang COVID-19 ini – setiap varian baru akan lebih mudah menular dan menghindari kekebalan – jumlah yang lebih tinggi yang terinfeksi akan menyebabkan rawat inap dan penyakit yang lebih besar. Semua negara harus memiliki rencana berbasis data untuk merespons dengan cepat situasi yang berubah," kata Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan di Twitter seperti yang dikutip dari Livemint.com.

Terkait dampak covid-19 varian omicron, Schellekens mengatakan akan melihat perubahan global dalam kematian COVID-19.

Baca juga: China Temukan Covid-19 Subvarian Baru, Tingkat Penularan Diklaim Lebih Cepat

Setelah berbulan-bulan turun kemudian mulai meningkat lagi.

Kenaikan kasus itu dipicu oleh sejumlah hal, mulai sifat varian BA.5, sikap santai terhadap pengendalian infeksi dan penundaan vaksinasi.

Para ahli juga menunjukkan bahwa, AS, Prancis, Italia, Jerman, dan Jepang adalah pendorong lonjakan global di antara negara-negara berpenghasilan tinggi.

Sementara, Brasil, negara berpenghasilan menengah ke atas, memimpin di dunia berkembang.

"AS dan Brasil saat ini merupakan kontributor utama kematian global," tambah pakar.

COVID-19 belum berakhir

Dalam dua minggu terakhir, kasus COVID-19 yang dilaporkan ke WHO melonjak 30 persen, sebagian besar didorong oleh kerabat omicron yang sangat menular, BA.4 dan BA.5.

Dua subvarian omicron telah menunjukkan kemampuan yang mengkhawatirkan untuk menginfeksi kembali orang yang sebelumnya divaksinasi atau yang telah pulih dari COVID-19.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus membunyikan lonceng peringatan dengan mengatakan pandemi masih memenuhi syarat sebagai darurat global dan dia "prihatin" tentang lonjakan yang terjadi baru-baru ini.

"Virus ini berjalan bebas, dan negara-negara tidak secara efektif mengelola beban penyakit. Gelombang baru virus menunjukkan lagi bahwa COVID-19 belum berakhir."

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved