Breaking News:

BINTAN TERKINI

Plt Bupati Bintan Janji Tuntaskan Naiknya Sewa Lapak Pasar Barek Motor

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bintan Roby Kurniawan bakal memanggil PT BIS terkait keluhan pedagang Pasar Barek Motor Kijang keberatan sewa lapak naik.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bintan, Roby Kurniawan bereaksi terkait keluhan pedagang Pasar Barek Motor soal naiknya sewa lapak oleh PT Bintan Inti Sukses (BIS). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah pedagang di Pasar Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan mengeluhkan kenaikan tarif sewa lapak yang dinaikkan oleh PT Bintan Inti Sukses (BIS), Jumat (15/7/2022).

Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bintan Roby Kurniawan mengaku tidak sependapat dengan kebijakan PT BIS yang menaikkan tarif sewa lapak terhadap pedagang pasar di Pasar Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Menurutnya, kenaikan tarif sewa lapak tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangkitkan sektor perekonomian masyarakat setelah pandemi Covid-19.

"Saat ini baru mulai pemulihan, jadi janganlah memberatkan pedagang kita dulu. Biarlah pedagang kita sekarang melakukan pemulihan ekonomi," ucapnya.

Lanjut Roby, terkait hal ini akan segera berkoordinasi dengan PT BIS selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bintan.

Baca juga: Pedagang Keluhkan Tarif Sewa Lapak di Pasar Barek Motor Kijang Bintan Naik Lagi

"Saya akan panggil pihak PT BIS untuk membahas kembali kebijakan kenaikan tarif tersebut. Yang jelas kita akan meminta PT BIS tidak menaikkan tarif itu," ungkapnya.

Roby juga menambahkan, akan turun ke Pasar Barek Motor, Kijang guna mendengar langsung dari pedagang.

"Saya akan cek langsung kesana. Untuk waktunya nanti akan saya atur dulu," tegasnya.

Sejumlah pedagang di Pasar Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan sebelumnya mengeluhkan kenaikan tarif sewa lapak yang dinaikkan oleh PT Bintan Inti Sukses (BIS), Jumat (15/7/2022).

Keluhan itu disampaikan salah satu pedagang di pasar Tradisional Barek Motor, Kijang, Eva mengatakan, bahwa tarif lapak tempat dagangannya mengalami kenaikan dari awal Januari 2022 lalu.

Dari harga lapak yang biasa dibayar sekira Rp 100 ribu sebulan, memasuki bulan Januari 2022 naik menjadi sekira Rp132 ribu sebulan.

Selanjutnya, bulan ini kembali dinaikkan menjadi sekira Rp 170 ribu per lapak dalam sebulan.

Baca juga: Roby Lantik 11 Kepala OPD Hasil Open Bidding di Pemkab Bintan, Ini Daftar Namanya

"Saya dan pedagang lainya merasa keberatan, apalagi sekarang jualan sepi, yang belanja orangnya itu saja," terangnya.

Lanjutnya, selain biaya lapak yang harus dibayar, Eva mengatakan juga harus membayar tagihan listrik sebulan.

"Jadi biaya lapak ini diluar lampu. Sangat memberatkan juga jika sewa lapak dinaikkan," ucapnya.

Disinggung apakah kenaikan sewa lapak sama semua, Eva menuturkan, setiap lapak kenaikannya beda-beda. Seperti lapak bagian tengah, sudut dan kios itu beda-beda.

"Tidak sama semua kenaikannya. Tapi sama-sama mengalami kenaikan," ucapnya.

Ditempat yang sama pedagang lain yang juga berjualan di Pasar Barek Motor Kijang, Rofiatun mengatakan, bahwa rencana kenaikan sewa lapak beragam.

Awalnya mau dinaikan sekira 20 persen hingga 60 persen, lalu disepakati kenaikan sewa lapak 10 persen pada Januari 2022.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Disdik Bintan Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka di 53 Sekolah

"Setelah naik 10 persen, beberapa bulan ini mau dinaikkan lagi. Hal inilah yang membuat para pedagang disini termasuk saya tidak terima," terangnya.

Lanjutnya, kenaikan sewa lapak sekira Rp 170 ribu hingga Rp 180 ribu per lapak sebulan.

"Jadi ada pedagang yang sewa lapaknya itu sebelumnya sekira Rp 100 ribu sebulan, sekarang bisa mencapai Rp 150-180 ribu perbulan," jelasnya.

Rofiatun juga mengatakan, dengan adanya kenaikan tarif ini banyak pedagang yang menolak kenaikan sewa lapak di Pasar Barek Motor, Kijang.

Soalnya sekarang ini masyarakat baru berupaya untuk pemulihan ekonomi setelah pandemi covid-19.

"Baru lagi mau bernapas untuk pemulihan ekonomi ditengah covid-19 menurun, malah tarif lapak naik," ucapnya.

Rofiatun juga mengatakan, pengelola pasar jangan hanya taunya menaikkan tarif sewa lapak saja, sementara pasar dibuat oleh pemerintah untuk rakyat.

"Jika tekor terus, tidak usah dikelolah lagi sama PT BIS. Pulangkan saja sama Pemerintah Daerah," ucapnya.

Baca juga: Gubernur Kepulauan Riau Lantik Pengurus Gerakan Pramuka Kabupaten Bintan

Sementara itu, admin Pasar Barek Motor Kijang, perwakilan PT. BIS, Endang Susilawati menuturkan, penyesuaian tarif sewa lapak sudah dimulai Januari 2022.
Penyesuaian tarif ini berdasarkan hasil rapat bersama pemegang saham.

"Jadi awalnya PT. BIS ingin menaikkan tarif sewa lapak sekira 30 persen, tetapi
pedagang keberatan sehingga dinaikkan secara bertahap, dengan tarif awal sekira 10 persen," ungkapnya.

Endang juga menjelaskan, adapun tujuan dilakukan penyesuaian tarif sewa lapak untuk memperbaiki pasar.

"Jadi kita ingin pasar ini bagus. Kita juga ingin memperbaiki dan melengkapi fasilitas di pasar ini, makanya dinaikkan," ungkapnya.

Endang juga menambahkan, penyesuaian tarif sewa lapak, selain bisa digunakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana di pasar, PT. BIS juga diharapkan bisa berkontribusi untuk daerah dengan menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

"Kalau menurut saya penyesuaian tarif sewa lapak ini tidak memberatkan pedagang, karena pedagang bisa membayarnya per hari sesuai kondisi jualan. Kita juga tidak sesuka hati menaikkan tarif sewa lapak, tentu melihat kemampuan para pedagang," tutupnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Berita Tentang Bintan

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved