Rabu, 15 April 2026

BATAM TERKINI

Polemik Konflik Lahan di Batam, PT Cakrawala Inti Wisata Bantah Gusur Warga

Polemik konflik lahan di Batam terjadi antara warga Kaveling Taman Yasmin Kebun Nongsa dengan PT Cakrawala Inti Wisata.

TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Warga Kaveling Taman Yasmin Kebun Nongsa Batam saat mediasi dengan PT Cakrawala Inti Wisata, Rabu (20/7/2022). Perwakilan PT Cakrawa Inti Wisata membantah bakal menggusur warga yang sudah tinggal di sana. 

Konflik lahan di Kota Batam kembali terjadi. Kali ini, warga Kaveling Taman Yasmin Kebun Nongsa mempertanyakan status lahan di areal mereka.

Pertanyaan muncul saat pihak pengembang, PT Cakrawala Inti Wisata, datang ke lokasi untuk mengukur titik Penetapan Lokasi (PL) yang mereka punya.

Kehadiran perusahaan pun mendapat penolakan dari warga Kaveling Taman Yasmin Kebun.

Baca juga: Konflik Lahan di Batam, Warga Jadi Korban, Minta Tolonglah Pak Dewan

"Setahu kami, kawasan ini masih hutan lindung. Mana surat resmi dari pihak kehutanan kalau memang ini sudah PL perusahaan," tegas seorang warga saat mediasi dilakukan, Rabu (20/7/2022).

Seorang warga di sana, Luther, menyebut jika sebelumnya kawasan hutan lindung di sana sempat bermasalah.

Satu perusahaan yakni PT. Kayla Alam Sentosa juga sempat tersandung masalah akibat status lahan hutan lindung di sana.

"Hadirkan pihak kehutanan dan instansi terkait lain. Suratnya harus jelas. Masa tidak ada stempel dari instansi," keluh Luther mempertanyakan legalitas administrasi yang dibawa PT. Cakrawala Inti Wisata.

Pantauan Tribun Batam di lokasi, mediasi antara warga dan perusahaan sempat memanas.

Bahkan, Wakapolsek Nongsa, AKP Buhedi Sinaga, sempat kewalahan untuk menengahi antara kedua belah pihak.

Baca juga: Ketua Komunitas Adat Ditangkap Kasus Konflik Lahan, Kurang dari 24 Jam Dilepas Polisi

"Kami di sini hanya menjalankan tugas. Semua ada mekanismenya, surat ini tak bisa dibatalkan meski tak ada capnya," ujar Buhedi memimpin mediasi.

Ia pun berusaha untuk menenangkan warga yang tersulut emosi.

Bahkan, Buhedi juga sempat menunjukkan percakapannya via WhatsApp dengan dinas terkait perihal polemik lahan di sana.

Beberapa warga pun sontak melihat telepon genggam milik Buhedi.

"Itu silahkan dilihat chat saya. Saya juga sudah menghubungi dinas," terangnya.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved