Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Cuaca Ekstrem Rusak Belasan Rumah Warga Desa Pangke Barat Karimun

Dampak cuaca ekstrem di Karimun, Kapolsek Meral mengungkap satu rumah warga Desa Pangke Barat rusak berat akibat angin kencang.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Anggota Polsek Meral Polres Karimun bersama warga memindahkan batang kayu yang menimpa rumah warga Desa Pangke Barat, Jumat (22/7/2022). Cuaca ekstrem angin kencang merusak sedikitnya belasan rumah warga. 

KARIMUN TRIBUNBATAM.id - Cuaca ekstrem angin kencang merusak belasan rumah di Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kapolsek Meral Polres Karimun, AKP Erdinal mengungkap jika satu rumah di RT 03 RW 04 rusak berat akibat cuaca ekstrem angin kencang itu.

Polisi telah turun ke lokasi permukiman penduduk yang rusak akibat cuaca ekstrem angin kencang itu bersama perangkat desa di Karimun hingga Kecamatan Meral Barat.

AKP Erdinal mengatakan, mayoritas rumah warga yang mengalami kerusakan paling banyak pada bagian atap.

"Totalnya kami tidak hitung tadi berapa yang rusak, tapi ada belasan rumah. Ada satu rumah yang rusak berat," ujar AKP Erdinal, Jumat (22/7/2022).

Tidak hanya rumah, pohon di Pantai Pelawan juga tumbang akibat terjangan hujan yang disertai angin kencang.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Rusak Rumah Warga Tanjungpinang, Walikota Cepat Beri Bantuan

Cuaca ekstrem rusak rumah warga Karimun di Desa Pangke Barat
Polsek Meral Polres Karimun berada di lokasi rumah warga Desa Pangke Barat yang terdampak cuaca ekstrem, Jumat (22/7/2022). Cuaca ekstrem angin kencang merusak sedikitnya belasan rumah warga.

Kapolsek Meral pastikan dalam insiden bencana alam tersebut tidak ada korban jiwa.

"Tidak ada korban dalam bencana alam yang terjadi, hanya bangunan saja yang mengalami kerusakan," ujarnya.

Cuaca ekstrem di Karimun sebelumnya memakan korban jiwa.

Dua pekerja PT Multi Ocean Shipyard (MOS) di Karimun ditemukan tak bernyawa di bibir pantai, masih di kawasan perusahaan, Rabu (20/7/2022) lalu.

Keduanya mengalami kecelakaan kerja saat hujan deras disertai angin kencang terjadi di kawasan Meral, Karimun.

Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Binsar Samosir mengatakan, dua korban tersebut bernama Dimas Prayoga, karyawan operator crane picker dan Syahrul Amri sebagai satpam PT MOS.

Kronologi tewasnya korban berawal saat keduanya berteduh dari hujan deras disertai angin kencang di Pos Penjagaan Jetty 1 sekira pukul 05.00 WIB.

Baca juga: Pohon Tumbang Dampak Cuaca Ekstrem Rusak Rumah Warga Padang Pariaman Sumbar

Namun nahas keduanya ikut terbawa pos penjagaan yang terbang akibat diterjang angin kencang hingga jatuh ke laut.

Insiden tersebut membuat geger karyawan perusahaan galangan kapal tersebut, hingga pihak kepolisian turun melakukan upaya pencarian.

"Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekira pukul 07.45 WIB di dua lokasi berbeda yang masih berada di kawasan perusahaan," ujarnya, Kamis (21/7/2022).

Saat ditemukan korban Dimas Prayoga dalam posisi telungkup dan berada di tepi pantai yang jarak antara korban ke lokasi Jetty 1 lebih kurang 300 meter.

Sementara korban Syahrul Amri berjarak sekitar 600 meter dari Jetty pada posisi tergeletak di tepi pantai PT MOS.

Kedua korban dievakuasi pihak kepolisian ke RSUD Muhammad Sani Karimun dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.(TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved