PENEMBAKAN DI RUMAH KADIV PROPAM

Tiga Poin Penting Jokowi Terkait Kasus Brigadir J: Tuntaskan, Jangan Ditutup-tutupi, Buka Apa Adanya

Jokowi menanggapi soal klaim Polri yang mengatakan telah menemukan CCTV terkait kasus penembakan Brigadir J. Ada 3 poin penting yang diungkap Jokowi.

Kolase Tribunnews.com (Tribunnews.com/Herudin-Tribun-medan.com/HO)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Presiden Jokowi ungkap Tiga Poin Penting Terkait Pengungkapan Kasus Brigadir J. 

TRIBUNBATAM.id- Presiden Jokowi mengungkap tiga poin penting terkait kasus Brigadir J.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi kala mengunjungi obyek wisata Pulau Rinca di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jokowi menanggapi soal klaim Polri yang mengatakan telah menemukan CCTV terkait kasus penembakan Brigadir J.

Ia pun menekankan ada tiga poin yang perlu dan wajib dilakukan Polri dalam mengusut kasus  penembakan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Jokowi meminta agar kasus tewasnya Brigadir J ini diusut tuntas dan Polri harus memberikan keterangan apa adanya.

Ia juga meminta supaya Polri transparan dalam mengungkap kasus Brigadir J.

"Saya kan udah sampaikan, usut tuntas, buka apa adanya, jangan ada yang ditutup-tutupi. Transparan, sudah," katanya, Kamis (21/7/2022), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Ayah Brigadir J Harap Penyebab Kematian Anaknya segera Terungkap Pasca Temuan CCTv

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Minta Masyarakat Dukung Institusi Polri Ungkap Kematian Brigadir J

Ketiga hal itu, imbuh Jokowi, perlu dilakukan agar masyarakat tak kehilangan kepercayaan pada Polri.

"Agar masyarakat tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada. Ini yang harus dijaga, kepercayaan publik pada Polri," tegasnya.

Ini bukan kali pertama Jokowi ikut menyorot soal kasus Brigadir J.

Dilansir Tribunnews.com, ini adalah kali ketiga Jokowi menyinggung soal kasus tersebut.

Pertama Jokowi menyinggung kasus penembakan Brigadir J ketika berada Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022).

Saat itu, Jokowi meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar mengusut kasus penembakan yang menyebabkan satu anggota polisi tewas tersebut.

“Proses hukum harus dilakukan,” kata Jokowi kala itu.

Lalu, pernyataan yang kedua diucap Jokowi saat bertemu dengan pimpinan redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (13/7/2022).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved