KESEHATAN

Cara Mengatasi Anak Susah Makan dari Dokter Spesialis, Perhatikan Menu dan Porsinya

Anak yang sulit makan menjadi masalah tersendiri bagi para orangtua. Pasalnya makanan menjadi sumber nutrisi dan gizi untuk tumbuh kembang anak.

Nakita.ID - Grid.ID
Anak yang sulit makan menjadi masalah tersendiri bagi para orangtua karena makanan menjadi sumber nutrisi dan gizi untuk tumbuh kembang anak. Ilustrasi bayi susah makan. 

TRIBUNBATAM.id - Anak atau balita yang susah makan tentu membuat orangtua menjadi khawatir.

Pasalnya makanan menjadi sumber nutrisi dan gizi untuk tumbuh kembang anak.

Kekurangan gizi pada anak akan menghambat  tumbuh kembang anak, terlebih pada masa Golden Period yang lebih dikenal dengan istilah '1000 hari kehidupan.

Masa ini dimulai pada saat usia kandungan, lahir hingga 2 tahun tumbuh kembang anak.

Dokter spesilias anak, dr Lianto Kurniawan Nyoto SpA dalam Bincang Sehat Siloam Hospitals Surabaya mengatakan bahwa kuantitas, kualitas, serta kemampuan setiap anak mengonsumsi makanan akan berbeda-beda.

Tumbuh kembang anak juga tidak sama.

Bincang sehat yang digelar secara live di akun IG @siloamsurabaya itu, membahas khusus fenomena anak sulit makan.

Begitu anak sulit makan, observasi pertama kali yang dapat dilakukan adalah dengan mempelajari grafik berat badan dan tinggi badan anak.

Baca juga: Balita Wajib Mendapatkan 5 Imunisasi Dasar Lengkap Ini, Apa Sajakah

Baca juga: Orangtua Wajib Tahu, Ini Cara Atasi Rasa Cemas Anak saat Mulai Masuk Sekolah

Anak kekurangan nutrisi atau tidak, cermati grafik berat badan dan tinggi badan anak.

"Kalau misalnya tidak sesuai grafik atau berat badannya tidak naik dengan semestinya, kita harus curiga. Ada something wrong dengan anak. Porsi makannya yang kurang atau karena ada penyakit tertentu jadi sehingga berat badannya tidak naik," kata dr Lianto dilansir Surya.co.id, Jumat (22/7/2022).

Grafik tumbuh kembang anak dapat menjadi penilaian secara objektif untuk mengukur kondisi anak.

Grafik ini bisa membantu mengatasi kekhawatiran kondisi kekurangan nutrisi pada anak.

Mengacu pada WHO, nutrisi yang cukup bagi anak dalam satu hari dapat dikategorikan dengan 3 kali asupan makanan besar.

1-2 kali makanan selingan, ditambah ASI atau susu tergantung usia anak.

Pemberian makan pada anak tentunya didasari pada jam pengosongan lambung normal.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved