Kamis, 7 Mei 2026

PARIWISATA KEPRI AMAN

Monumen Tri Matra Tanjungpinang dan Kisah Tempur TNI Menjaga Indonesia

Monumen Tri Matra Tanjungpinang selain menjadi spot swafoto, juga menjadi edukasi bagi mereka yang datang ke Pulau Dompak, Provinsi Kepulauan Riau.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
Warga saat berswafoto di Monumen Tri Matra, Dompak Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (22/7/2022). Terdapat kisah pertmpuran TNI dalam menjalankan operasi dibalik penempatan armada tempur tiga matra ini. 

Pesawat temput ini juga dilibatkan pada tahun 1999 saat Operasi Elang Sakti di Lanud Eltari Kupang.

Lalu pada 2003 pernah menjalankan operasi pemulihan keamanan juga di Nanggroe Aceh Darussalam.

Selama 1981 hingga 2004, pesawat ini juga menjalankan operasi pengamanan Ibu Kota Jakarta, dan operasi Garuda Jaya di Jatim sampai dengan Jabar dalam pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Baca juga: Fakta-fakta Istri TNI di Semarang Ditembak Orang Tak Dikenal: Kronologi, Motif dan Kesaksian Warga

Warga berswafoto di Monmen Tri Matra Tanjungpinang Kepri
Warga saat berswafoto di Monumen Tri Matra, Dompak Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (22/7/2022). Terdapat kisah pertmpuran TNI dalam menjalankan operasi dibalik penempatan armada tempur tiga matra ini.

Sementara untuk Tank AMX 13 mewakili matra TNI AD adalah kendaraan lapis baja buatan negara Perancis dengan tahun pembuatan 1952 sampai 1987.

Dimana typenya ialah Tank ringan dengan mesin SOFAM 8 selinder bensin, 250 Hp.

Kecepatan maksimum Tank tersebut 60 kilometer perjam, suspension Torsioh bar.

Memiliki daya jelajah 400 kilometer, serta kaliber canon 75 mm.

Tank AMX 13 ini diawaki 3 orang dan memiliki panjang canon 4,54 meter, serta berat tank total 1,824 kilogram.

Selanjutnya, kapal RI Matjan Tutul-602 buatan Lurssen, Bremen Vegesack, Jerman Barat tahun 1957.

Kapal dengan jenis motor torpedo boat tersebut masuk pada kelas jaguar dengan dimensi panjang 42,6 meter, lebar 7,1 meter, dan drait 2,5 meter berawakan 30 orang.

Kapal ini pun berdaya jelajah 500 mil laut dengan kecepatan 42 knot.

Terhadap riwayat operasi atau penugasan. Pada 1960, kapal ini melakukan operasi waspada.

Tepatnya pada 23 Mei 1960,RI Matjan Tutul 602 bergabung dalam Kasatuan Tugas 202 melaksanakan Operasi Waspada dengan mempertinggi Kewaspadaan Nasional dan melakukan bombardemen dari laut kepada sasaran musuh di Kodam Merdeka.

Baca juga: Polisi Dengan TNI Bentuk Tim Gabungan Usut Kasus Penembakan Istri Anggota TNI di Semarang

Pada pertengahan 1961, kapal ini melakukan operasi Lumba-lumba dalam rangka latihan bersama antara ALRI dengan Indian Navy (Angkatan Laut India ) di Laut Jawa.

Selanjutnya, ada kisah yang tak terlupakan dari kapal tersebut.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved