Jumat, 22 Mei 2026

BERITA MALAYSIA

Negeri Jiran Malaysia Cegah Indonesia Nikmati Subsidi Minyak Goreng Mereka

Pemerintah negeri jiran Malaysia sebelumnya menggelontorkan uang hingga 4 Ringgit atau setara Rp 13,46 Triliun untuk subsidi minyak goreng tahun 2022.

Tayang:
TribunBatam.id/Internet
ilustrasi foto bendera Indonesia dan Malaysia. Pemerintah negeri jiran menganggarkan 4 miliar Ringgit untuk subsidi minyak goreng. Mereka memastikan Indonesia tak menikmati subsidi minyak goreng itu. 

MALAYSIA, TRIBUNBATAM.id - Negeri jiran Malaysia memastikan benar warga Indonesia tak menikmati subsidi minyak goreng mereka.

Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob sebelumnya mengumumkan jika pemerintah akan mempertahankan subsidi 4 miliar Ringgit atau setara dengan Rp 13,46 triliun untuk minyak goreng dalam paket satu kilogram yang dialokasikan untuk 2022.

Uang yang digelontorkan pemerintah Malaysia itu untuk menutupi biaya subsidi bahan baku pembuatan minyak goreng.

Pemerintah Malaysia mengaudit seluruh perusahaan yang memiliki izin produksi paket minyak goreng bersubsidi.

Tujuannya agar tak ada penyelundupan minyak goreng ke Indonesia, termasuk Thailand.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Malaysia Cuma Rp 8.500 per Kg, Mendag Beberkan Penyebabnya

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Khusus Jihad Melawan Inflasi Annuar Musa mengatakan, audit yang dilakukan berupa pemeriksaan jumlah produksi bahan baku dan menganalisis apakah metode yang digunakan saat ini perlu ditingkatkan atau diubah.

"Saya di sini ingin menekankan bahwa jika seluruh pihak tidak kooperatif dan (kami) menemukan bahwa mereka masih menyelundupkan minyak goreng bersubsidi, maka kami tidak punya pilihan selain mengubah seluruh sistem," kata Annuar, seperti dikutip dari Antara, Senin (25/7/2022).

Annuar yang juga menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia itu menyebut, pemerintah Malaysia saat ini belum mengubah sistem subsidi minyak goreng. Karena akan melakukan investigasi terlebih dulu.

"Jika memungkinkan, kami tidak ingin membuat mereka yang ingin berinvestasi merasa tidak nyaman menyiapkan pabrik-pabrik karena mereka sudah memiliki jaringan sendiri dan seterusnya," ujarnya.

Baca juga: Kemendag Luncurkan MinyaKita, Klaim Pemerintah Atasi Masalah Minyak Goreng

Annuar menegaskan, pemerintah Malaysia tidak akan mengizinkan sistem yang terlalu longgar dan dapat menyebabkan sejumlah kebocoran. Jika itu terjadi, masyarakat menjadi pihak yang akan menderita.

"Pemerintah mengeluarkan 4 miliar ringgit Malaysia (setara Rp13,46 triliun) untuk menutupi biaya subsidi bahan baku. Jadi jika 4 miliar itu lari ke Thailand atau Indonesia, itu tak bisa kami terima karena uang rakyat harus bisa sampai ke masyarakat," tutur Annuar.(TribunBatam.id) (Kompas.tv/Dina Karina)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas.tv

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved