Breaking News:

DISKOMINFOTIK ANAMBAS

Satpol PP Anambas Tertibkan PKL Dari Badan Jalan, Sita Sementara Meja dan Kursi

Penertiban oleh Satpol PP Anambas dan Damkar ini dilaksanakan di Jalan Tamban dan kawasan Tompak Tiga, Kelurahan Tarempa, Siantan, Rabu (27/7)

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kepulauan Anambas menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku pertokoan yang berdagang di badan jalan, Rabu (27/7/2022) 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kepulauan Anambas, kembali melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pelaku pertokoan yang berdagang di badan jalan.

Penertiban itu dilaksanakan di Jalan Tamban dan kawasan Tompak Tiga, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan.

Keberadaan PKL dan pelaku usaha kios yang menggunakan badan jalan itu dianggap menyalahi aturan, semrawut dan meresahkan masyarakat pengguna jalan lainnya.

Kabid Penegakan Peraturan dan Kebijakan Daerah, Satpol PP Anambas, Richart mengatakan, tindakan tegas tersebut dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kepulauan Anambas Nomor 4 Tahun 2014.

"Sebelumnya kami sudah jelaskan dan beri peringatan tertulis, tempat peletakan dagangan mereka itu adalah ruang jalan umum dan tujuan kita ingin mengembalikan fungsinya," ucap Richart, Rabu (27/7/2022) di sela-sela penertiban.

Menurutnya, Jalan Tamban yang juga akses keluar masuk pelabuhan sudah tergolong sempit dan perlu penertiban dari sejumlah PKL dan pelaku usaha pertokoan yang menggunakan badan jalan.

Baca juga: Hari Mangrove Sedunia, Lanal Tarempa Tanam 5000 Bibit Mangrove di Anambas

"Kita khawatirnya apabila ada peristiwa kebakaran atau darurat ambulance di lokasi ini, tentu mengganggu dan menghambat tindakan cepat itu nantinya," terang Richart.

Oleh sebab itu pihaknya mengamankan sementara sejumlah gerobak, meja dan kursi milik PKL dengan menggunakan kendaraan roda tiga (kaisar).

Kabid Penegakan Peraturan dan Kebijakan Daerah Satpol PP Anambas, Richart
Kabid Penegakan Peraturan dan Kebijakan Daerah Satpol PP Anambas, Richart (tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)


"Apabila mereka nanti mau mengambil barangnya bisa datang ke kantor Satpol PP bawa KTP. Di sana nanti akan kita beri peringatan dengan membuat perjanjian kesepakatan bersama," sebutnya.

Bila pelaku PKL dan pertokoan masih melakukan kesalahan yang sama, pihaknya tak segan-segan menerapkan upaya paksa untuk kembali membongkar dan menyita dagangannya.

"Mungkin saat ini kita masih humanis, tapi nanti jika masih ngeyel kita akan tindak tegas. Karena di pasal 24 itu ada denda minimal Rp 100 ribu dan maksimal Rp 200 ribu serta sanksi 10-40 hari kurungan tergantung tingkat pelanggarannya," ungkap Richart.

Dari penertiban itu, terdapat enam PKL dan lima pertokoan yang terjaring oleh pihak Satpol PP Kabupaten Kepulauan Anambas. (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved