BERITA SINGAPURA
Singapura Klaim Warga Indonesia Paling Banyak Kunjungi Negeri Singa
Otoritas Singapura mencatat jika warga Indonesia paling banyak berkunjung ke Negeri Singa itu sejak awal hingga Juni 2022. Berikut datanya.
SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Singapura tetangga Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata menjadi tujuan warga Indonesia untuk berlibur.
Meski negara Singapura tak sebesar Indonesia, namun data Singapore Tourism Board (STB) pada Januari hingga Juni 2022 mencatat sedikitnya 282 ribu warga Indonesia berkunjung ke Negeri Singa itu.
Selain Indonesia, negeri jiran Malaysia menjadi negara ketiga yang warganya paling banyak berkunjung ke Singapura setelah India dengan 139 ribu kunjungan.
Singapura merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang terletak di ujung selatan Semenanjung Malaya.
Singapura, memiliki total luas wilayahnya mencapai 728,6 kilometer persegi.
Baca juga: JADWAL Terbaru Kapal Batam ke Singapura dari Pelabuhan Batam Centre dan Harbour Bay
Walau dinobatkan sebagai negara terkecil di Asia Tenggara, Singapura memiliki perekonomian dan sumber daya manusia yang diklaim maju.
Dilansir dari Encylcopaedia Britannica, Singapura merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Asia Tenggara, dan tersibuk di dunia.
Pesatnya pertumbuhan ekonomi dipengaruhi letak geografis Singapura di selatan Semenanjung Malaya, yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Cina Selatan.
Singapore Tourism Board mencatat, rata-rata length of stay atau periode menginapnya dari jumlah kunjungan ke Singapura adalah 7,1 hari.
Kondisi ini tentu berpengaruh pada penerimaan negara
"Pengunjung Internasional dari lima negara ini menyumbang 56 persen dari total kedatangan pengunjung internsional selama Januari hingga Juni 2022," ungkap Chief Executive STB, Keith Tan dalam keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com, Kamis (28/07/2022).
Baca juga: Sudah Terdeteksi di Singapura, Ini Gejala dan Penularan Virus Cacar Monyet
Adapun jumlah kunjungan internasional naik menyusul pembukaan kembali perbatasan Singapura di bawah koridor Vaccinated Travel Framework pada 1 April 2022.
Negara dengan jumlah populasi sekitar 5,9 juta penduduk itu pun menargetkan kunjungan internasional antara empat juta hingga enam juta pada 2022.
Pada paruh pertama 2022, Singapura sudah mencatat total 1,5 juta kedatangan pengunjung atau hampir 12 kali lebih banyak dibandingkan periode yang sama pada 2021, yakni 119.000.
Keith Tan menambahkan, pertumbuhan kunjungan yang menggembirakan tersebut menegaskan daya tarik Singapura dalam hal kunjungan pariwisata dan bisnis.
"Meskipun pandemi belum berakhir, kami yakin acara-acara yang akan digelar di Singapura serta penawaran pariwisata lainnya akan terus menarik pengunjung pada sisa tahun 2022 dan seterusnya," ucap dia.
Adapun beberapa acara yang ada dalam kalender aktivitas Singapura seperti Formula 1 Singapura, Grand Prix Singapura 2022, dan Bloomberg New Economy Forum.
Sementara beberapa atraksi baru yang bisa dinikmati pengunjung seperti Museum Neraka di Haw Par Villa, Museum Es Krim, SkyHelix Sentosa, dan Avatar: The Experience di Gardens by the Bay.
Baca juga: Loker Singapura Bikin Geger, Cari Sopir Truk Gelar Sarjana Gaji Rp 41 Juta
Dikutip dari situs Singapore Tourism Board (STB), jumlahnya mencapai 282.000. Negara asal lainnya yang juga banyak mengunjungi Negeri Singa adalah India (219.000), Malaysia (139.000), Australia (125.000), dan Filipina (81.000).
KERJA Sama Indonesia - Singapura
Tak hanya urusan kunjungan wisata, Indonesia dan Singapura diketahui memperkuat kerja sama di bidang ketenagakerjaan.
Yang terbaru, kedua negara tengah menjajaki kerja sama ketenagakerjaan pada 4 area kolaborasi.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, usai melakukan pertemuan Manpower Working Group (MWG) under The Singapore-Indonesia Six Bilateral Economic Working Groups, di Singapura.
Adapun empat area kolaborasi tersebut adalah Kolaborasi tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia (Collaboration On Human Capital Development).
Kolaborasi untuk mengembangkan bakat teknologi (Collaboration to Develop Tech Talent).
Kolaborasi tentang Pengembangan Kapasitas dan Pertukaran Pelatihan antara Kementerian Kemnaker RI dan Kementerian Tenaga Kerja Singapura (Collaboration On Capacity Building and Training Exchange between Ministry Of Manpower Of Republic Indonesia and Singapore Ministry Of Manpower).
Baca juga: Singapura Hukum Pekerja Indonesia Gegara Video Anak Majikan Ganti Baju
Serta Kolaborasi di Regional Center for the Future of Work (Collaboration On Regional Centre for The Future Of Work (RCFW)).
“Pemerintah Indonesia dan Singapura sepakat untuk memperkuat kolaborasi melalui kerja sama di antaranya pengembangan Tech Talent untuk mendukung pengembangan Sistem Informasi Pasar Kerja Indonesia, peningkatan kapasitas ASN Kemenaker di bidang digital, maupun pengembangan SDM Pelayanan Pasar Kerja, yang akan dibahas secara teknis oleh Pusat Pasar Kerja dan Pemerintah Singapura,” kata Anwar Sanusi.
Turut hadir dalam pertemuan MWG ini Kepala Pusat Pasar Kerja, Muhcamad Yusuf dan Kepala Biro Kerja Sama, M. Arif Hidayat.
Pertemuan ini juga dihadiri delegasi Singapura terdiri dari Director for Employment Standards and International Relations of SG MoM, Assistant Director, International Relations Unit, Manager, Jobs and Skills Strategy, serta perwakilan dari Singapore Civil Service College, Workforce Singapore, dan Skills Future Singapore.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara, serta memperkuat dan mengakselerasi capaian target kerja sama yang tengah dibangun oleh Indonesia dan Singapura dalam kerangka The Singapore-Indonesia Six Bilateral Economic Working Groups,” katanya.(TribunBatam.id) (Kompas.com) (Kontan.co.id)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google
Sumber: Kompas.com, Kontan.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pemandangan-Malaysia-dari-Singapura.jpg)