BERITA POLITIK
Mundur Dari Demokrat Kepri, Asnah Sebut sudah Ada Partai Lain yang Mendekat
Mundur dari Partai Demokrat Kepri, Asnah mengaku sudah ada empat partai besar yang beri sinyal kepadanya. Namun dia belum memutuskan
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Asnah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) sekaligus keluar dari Partai Demokrat Kepri.
Mundurnya Asnah dari Partai Demokrat ini disampaikannya di halaman rumah pribadinya, Senin (1/8/2022) sore di kawasan Bengkong.
Asnah menyebut pengunduran dirinya dari Partai Demokrat itu dilandasi rasa kekecewaan serta menuding pengurus pusat Partai Demokrat tak menjalankan komitmen yang sudah disepakati.
“Saya sudah komitmen keluar dari Partai Demokrat. Tidak ada satu kata dalam kepengurusan," ujar Asnah.
Ia mengaku belum bisa menjelaskan secara detail alasannya keluar dari partai tersebut saat ini.
"Saya belum bisa menjelaskan secara rinci. Pada intinya adalah kurang komitmen," sebutnya.
Pengunduran diri Asnah ditandai dengan pelepasan baju dan atribut partai oleh sejumlah pengurus DPD Kepri.
Asnah mengklaim, tidak hanya dirinya yang keluar, namun lebih dari 50 persen pengurus DPD Demokrat juga ikut keluar dari Partai Demokrat Kepri.
Baca juga: Ketua DPD Demokrat Kepri Asnah Mundur dari Partai, Lepas Atribut Diikuti Loyalis
"Pengurus DPD yang ada di Kepri seperti Karimun, Anambas, Tanjungpinang, Lingga dan lainnya juga ikut mundur," katanya.
Disinggung setelah mundur akan berlabuh ke partai mana, Asnah dengan ekspresi tersenyum menjawab belum bisa memastikan akan pindah ke partai mana.
Namun ia mengaku sudah ada empat partai besar yang memberikan sinyal kepada dirinya.
“Kita lihat saja nanti, politik itu suka berubah-ubah," ungkapnya.
Seperti diketahui Asnah dan suaminya, Saparuddin Muda merupakan tokoh politik yang namanya mencuat di kalangan elite politik daerah.
Asnah berharap, pengunduran dirinya itu tidak memisahkan silaturahmi antara dirinya dan pengurus Demokrat dalam hal kemanusiaan.
Baca juga: Biodata Didik Mukrianto sebagai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Kepri
Asnah juga mengatakan bahwa dalam politik, mengambil pilihan bagaikan buah simalakama, tetapi harus tetap dilakukan.
Terlebih, menurutnya dinamika politik selalu berjalan dinamis.
"Sebab berpolitik adalah bagaimana menjalankan ide dan gagasan politik secara maksimal. Sehingga jika itu tidak bisa berjalan, maka perlu ladang pengabdian baru dilakukan, dan di sisi lain, perlu diberikan kesempatan yang lain untuk lebih baik," kata Asnah. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google