BERITA SINGAPURA
Menkes Singapura Prediksi 60 Persen Warga Negeri Singa Positif Covid-19
Menteri Kesehatan (Menkes) Singapura memprediksi sekitar 60 persen warga negara di sana telah tertular covid-19 atau virus corona.
SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Singapura, Ong Ye Kung membuat pernyataan terkait covid-19 di negaranya.
Menkes Singapura itu memprediksi jika 60 persen penduduk Negeri Singa itu telah terpapar virus corona atau covid-19.
Meski begitu, Menkes Singapura menyebutkan jika tidak berarti negara yang bertetangga dengan Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu sekarang memiliki kekebalan kelompok.
Mengacu catatan resmi seperti diberitakan Kontan.co.id, ada sekitar 1,7 juta kasus covid-19 yang dilaporkan, sekitar 30 persen dari populasi Singapura.
Namun, Kementerian Kesehatan Singapura juga secara sistematis memantau sampel darah dari kasus poliklinik rutin dan sukarelawan sehat lainnya untuk tanda-tanda infeksi sebelumnya.
Baca juga: Singapura Tetangga Kepri Temukan Kasus Cacar Monyet, Dinkes Sebar SE Khusus
Atensi Kementerian Kesehatan Singapura terkait covid-19 ini lebih dulu setelah Singapura kembali dibuat pusing dengan temuan kasus positif cacar monyet atau monkeypox.
"Dari sampel ini, kami memperkirakan, sekitar 60 persen penduduk kemungkinan telah terinfeksi covid-19," kata Menteri Kesehatan Ong Ye Kung di Parlemen Singapura seperti dikutip Channel News Asia, Senin (1/8/2022).
Hanya, pada umumnya, menurut Ong, para ilmuwan di seluruh dunia tidak berpikir bahwa kekebalan kelompok bisa dicapai karena virus akan terus bermutasi, lolos dari perlindungan vaksin dan menginfeksi manusia.
Ong menyebutkan, apa yang bisa dicapai adalah perlindungan penduduk terhadap penyakit parah melalui vaksinasi.
Vaksinasi yang memungkinkan sistem perawatan kesehatan mengatasi gelombang infeksi, bahkan dengan jumlah kasus yang tinggi.
Baca juga: Tanjungpinang Awas Cacar Monyet Setelah Singapura Laporkan Kasus Monkeypox
Sebab, virus berkembang menjadi penyakit parah rendah.
Singapura saat ini masih berada di tengah gelombang infeksi yang didorong oleh varian Omicron BA.5.
Hanya saja dalam 10 hari terakhir, Ong menyebut jika jumlah infeksi telah menurun.
Rasio infeksi dari minggu ke minggu telah turun di bawah 0,9 sepanjang pekan lalu.
"Kita akan melihat gelombang mereda lebih lanjut minggu ini," ujar Ong Ye Kung.(TribunBatam.id) (Kontan.co.id)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Potret-Singapura-pada-malam-hari.jpg)