Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Kasus Asusila Oknum Guru SD Sejak 2018 Terbongkar, Belasan Korban Laki-Laki

Oknum guru SD tersangka kasus asusila di Karimun terhadap belasan murid laki-lakinya membuat penuturan mengejutkan saat ungkap kasus di Polres Karimun

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Konferensi pers kasus asusila oknum guru SD berinisial Mk (47) di Polres Karimun, Rabu (3/8/2022). Kasus asusila di Kecamatan Kundur Karimun ini terjadi sejak 2018 dimana para korbannya yang merupakan siswanya diimingi nilai tinggi untuk memuluskan aksinya. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun membongkar kasus asusila oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kundur, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Oknum guru SD berinisial Mk (47) yang kini mengenakan baju tahanan Polres Karimun itu tega berbuat asusila kepada belasan pelajar laki-laki sejak tahun 2018.

Kasus asusila ini terungkap setelah seorang korban melaporkan apa yang dialaminya kepada seorang guru lainnya.

Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano dalam konferensi pers mengungkap motif tersangka kasus asusila itu.

Tersangka merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (Guru PNS) yang merupakan guru kelas yang mengajar seluruh mata pelajaran.

Baca juga: Kasus Asusila Jadi Atensi Satpol PP Natuna, Patroli Rutin Akan Ditingkatkan

Ungkap kasus asusila Polres Karimun awal Agustus 2022 a
Ungkap kasus asusila dengan tersangka oknum guru SD berinisial Mk (47) di Polres Karimun, Rabu (3/8/2022). Kasus asusila di Kecamatan Kundur Karimun ini terjadi sejak 2018 dimana para korbannya yang merupakan siswanya diimingi nilai tinggi untuk memuluskan aksinya.

Selain itu, para korban juga di imingi dengan memberi nilai tinggi serta membelikan mi ayam.

Setelah melakukan perbuatan itu, tersangka memberi uang Rp 30 ribu kepada korban.

"Umumnya, para korban merupakan murid laki-laki berusia 12 tahun. Mirisnya, perbuatan tersebut dilakukan di sela-sela jam pelajaran sekolah. Pengakuan tersangka korban sebanyak 11 orang, namun yang dapat kami ambil keterangan hanya 5 anak," ujar AKBP Tony Pantano.

Terhadap para korban, selanjutnya akan dilakukan pemulihan psikis yang bekerja sama dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Kami bekerja sama dengan PPA untuk memulihkan kondisi psikis para korban," tutupnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved