WISATA LINGGA

KISAH Rakyat Soal Meriam Tegak, Cagar Budaya di Pantai Batu Berdaun Lingga

Cagar budaya Meriam Tegak di area pantai Batu Berdaun ternyata memiliki kisah dengan beberapa versi sebagai cerita rakyat. Bagaimana kisahnya?

Penulis: Febriyuanda |
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Meriam Tegak merupakan salah satu cagar budaya daerah Kabupaten Lingga, yang ramai dikunjungi orang karena keunikannya. 

Saat itu Cik Walek melihat sambil memegang salah satu meriam di situ.

"Jadi suaminya bercanda dan bilang kenapa cuma dilihat, angkatlah kalau bisa. Ternyata gurauan itu dianggap serius oleh Cik Walek, dan menganggap si suami meremehkannya. Sehingga Cik Walek penuh emosi dan mengangkat hingga menancap meriam itu ke tanah," tambah Lazuardy.

Bermula dari pristiwa itulah, cerita meriam tegak dianggap sebagai misteri.

Saat ini, makam Cik Walek berada di Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan.

Namun dari versi cerita lain, dulu meriam tersebut ditancapkan oleh seorang Putri Raja bernama Encek Walek.

Saat itu, Sang Putri sedang terlibat perkelahian hebat dengan seorang pangeran terkenal.

Sang Putri memang memiliki kekuatan di luar nalar, sehingga mengangkat dan menancapkan meriam itu ke tanah.

Setelah ditancapkan ke dalam tanah, Encek Walek menantang Sang Pangeran untuk dapat melawan dan melanjutkan perkelahian apabila dapat mencabut meriam tersebut.

Namun, Sang Pangeran tidak dapat mencabut meriam yang menyebabkan kekalahan padanya dan kemudian pergi.

Meski memiliki cerita yang dianggap mustahil, namun Meriam Tegak menjadi objek wisata menarik, ketika wisatawan berkunjung ke Wisata Pantai Batu Berdaun. (TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda)

 

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved