Breaking News:

INFO CUACA

Prakiraan Cuaca Besok Pulau Bintan dari BMKG Termasuk Tanjungpinang dan Lagoi

BMKG memberi prakiraan cuaca Pulau Bintan untuk besok hari. Prakiraan cuaca besok ini juga berlaku untuk Tanjungpinang, Lagoi dan Trikora.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Pemilik rumah warga Kampung Kawal Pantai RT03/RW01 Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepri, M Saleh (73) melihat kondisi rumahnya yang rusak tertimpa pohon akibat cuaca ekstrem, Rabu (6/4/2022). BMKG memberi informasi prakiraan cuaca besok untuk Pulau Bintan dan sekitarnya. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Stasiun Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca besok untuk Pulau Bintan dan sekitarnya.

Info cuaca besok Pulau Bintan ini berlaku untuk beberapa hari kedepan mulai 4 Agustus 2022.

Secara umum kondisi prakiraan cuaca besok di Pulau Bintan umumnya berawan dan masih akan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada pagi, siang, dan dini hari yang bersifat lokal.

Kondisi ini dapat disertai petir serta angin kencang.

Hal itu karena analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (ENSO) kurang memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya.

Sedangkan DMI dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveki di pulau Bintan dan sekitarnya.

Baca juga: CUACA DI KEPRI, Jumat 5 Agustus 2022, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Kondisi MJO yang berada dalam fase 3 lemah, kurang berpengaruh terhadap penambahan jumlah curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat, khususnya untuk di wilayah Pulau Bintan.

Sementara analisis skala regional dengan nilai SST yang masih hangat berpengaruh terhadap peningkatkan pasokan uap air ke atmosfer yang dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulus dan Cumulonimbus).

Kemudian, adanya pola konvergensi dan belokan angin (shearline) yang diprakirakan masih berpotensi terjadi di sekitar Pulau Bintan dan sekitarnya dapat menyebabkan perlambatan massa udara yang mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.

Selanjutnya, analisis skala lokal terhadap kondisi kelembaban atmosfer pada lapisan bawah hingga menengah yang diprakirakan relatif basah menunjukkan banyaknya pasokan uap air yang juga mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved