Breaking News:

BERITA CHINA

Konflik China vs Taiwan, Taipei Siapkan Parkiran Jadi Tempat Berlindung

Taiwan menyiapkan sejumlah langkah mengantisipasi China mengerahkan serangan militernya. Salah satunya mengubah parkiran menjadi tempat berlindung.

TribunBatam.id/Kompas.com via REUTERS/ANN WANG via ABC INDONESIA
Polisi militer mengadakan latihan bagaimana mengevakuasi warga bila ada serangan China ke Taipei, Taiwan. Foto diambil belum lama ini. 

TAIWAN, TRIBUNBATAM.id - Konflik antara China dengan Taiwan semakin menjadi.

China mengerahkan puluhan jet tempur militernya saat Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada awal Agustus 2022.

Itu bukan yang pertama China mengerahkan armada militernya sekaligus menunjukkan kekuatan kepada Taiwan.

China selalu menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan sudah meningkatkan aktivitas di udara dan laut di sekitar pulau tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataannya mengatakan bahwa mereka bertekad, mampu, dan percaya diri dengan kemampuan pertahanan nasionalnya, serta sudah membuat beberapa perencanaan bagi keadaan darurat.

Pejabat di ibu kota Taipei sudah melakukan berbagai cara untuk memastikan warga mengetahui lokasi tempat perlindungan yang paling dekat dengan tempat tinggal mereka untuk mengantisipasi serangan udara.

Baca juga: Ketua DPR AS Nancy Pelosi Acuhkan Sikap China saat Mengunjungi Taiwan

Mulai dari tempat parkir, pusat perbelanjaan, dan stasiun kereta mobil bawah tanah di Taiwan telah dipersiapkan untuk digunakan sebagai tempat perlindungan dari serangan udara di saat ketegangan dengan China semakin meningkat.

Ada lebih dari 4.600 tempat perlindungan semacam itu di Taipei yang bisa menampung lebih dari 12 juta orang, atau empat kali lipat dari jumlah penduduk di kota tersebut.

Persiapan dilakukan setelah China meningkatkan aktivitas militer di sekitar Taiwan untuk menekan pemerintah Taiwan yang demokratis agar menerima kedaulatan China.

Tempat masuk shelter tersebut ditandai dengan label berwarna kuning, sebesar kertas A4, dengan informasi jumlah orang yang bisa ditampung di sana.

Database mengenai tempat perlindungan tersebut tersedia di aplikasi media sosial dan juga dalam bentuk poster.

Direktur Adminstrasi Gedung Perkantoran Abercrombie mengatakan, apa yang terjadi di Eropa sudah membuat warga Taiwan lebih bersiap menghadapi segala kemungkinan.

"Lihatlah perang di Ukraina. Tidak ada jaminan bahwa warga yang tidak bersalah tidak akan menjadi korban serangan. Seluruh warga negara harus memiliki kewaspadaan mengenai adanya krisis. Kita memerlukan tempat perlindungan bila ada serangan dari pihak komunis China," sambungnya.

Baca juga: 22 Jet Tempur China Masuk Taiwan LAGI, Sehari Setelah Kunjungan Ketua DPR AS

Warga Taipei, Harmony Wu (18 tahun) merasa terkejut mengetahui bahwa lantai bawah pusat perbelanjaan di mana dia dan teman-temannya sering berdansa akan menjadi tempat perlindungan bila ada perang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved