Selasa, 14 April 2026

BERITA SINGAPURA

Setelah Singapura, Thailand Lokasi Persembunyian eks Presiden Sri Lanka

Thailand menjadi pilihan eks Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa setelah Singapura untuk bersembunyi saat negaranya mengalami krisis ekonomi hebat.

TribunBatam.id/Kompas.com via AP PHOTO/ANDY BUCHANAN
Gotabaya Rajapaksa saat masih menjabat Presiden Sri Lanka saat berbicara di upacara pembukaan konferensi iklim COP26 Glasgow, Skotlandia, 1 November 2021. Gotabaya Rajapaksa dilaporkan berada di Thailand setelah selama sepekan berada di Singapura. 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Keberadaan mantan Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa yang sempat berada di Singapura kembali menjadi sorotan.

Gotabaya Rajapaksa diketahui tiba di Singapura pada 14 Juli 2022 melalui Maladewa, serta berada di sana selama beberapa pekan.

Saat di Singapura, Rajapaksa mengumumkan pengunduran dirinya dengan mengirim surat ke parlemen, membuka jalan untuk pemilihan presiden baru Sri Lanka.

Setelah Singapura, Gotabaya Rajapaksa diketahui berada di Thailand pada Kamis (11/8/2022) waktu setempat.

Thailand akan menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang menjadi pelarian Gotabaya Rajapaksa.

Baca juga: Awas Bahaya Flu Singapura, Kenali Penyebaran, Gejala dan Cara Mengobatinya

Mantan Presiden Sri Lanka itu kabur dari negaranya menyusul kerusuhan besar yang dipicu oleh krisis ekonomi terburuk Sri Lanka dalam tujuh dekade.

Rajapaksa berhasi kabur dari negaranya dan mendarat di Maladewa setelah para pengunjuk rasa menduduki istana kepresidenan dan kantor Presiden Sri Lanka.

Menteri Luar Negeri Singapura melaporkan jika Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa memasuki Singapura dengan kapasitas pribadi, bukan untuk mencari atau diberi suaka seperti dilansir Kompas.com.

Sebelumnya, pada akhir Juli, Presiden baru Sri Lanka Ranil Wickremesinghe tak berharap Rajapaksa pulang kampung dalam waktu dekat.

Wickremesinghe menegaskan jika sekarang bukanlah waktu yang tepat bagi Rajapaksa kembali ke Sri Lanka karena berpotensi mengobarkan ketegangan politik.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Mundur, Kirim Surat dari Singapura

“Saya tidak yakin ini saatnya dia kembali. Saya tidak punya indikasi dia akan segera kembali,” kata Wickremesinghe dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal sebagaimana dilansir Reuters.

Beberapa hari setelah Rajapaksa resmi mundur, Wickremesinghe memenangi pemungutan suara di parlemen untuk menjadi presiden baru Sri Lanka.

Sri Lanka sendiri telah melakukan sejumlah pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) tentang paket bailout.

Pada April, Sri Lanka menangguhkan pembayaran utang luar negeri sekitar 12 miliar dollar AS dan mempunyai pembayaran hampir 21 miliar dollar yang akan jatuh tempo pada akhir 2025.

Wickremesinghe menambahkan, Sri Lanka harus mengamankan lebih dari 3 miliar dollar AS dari sumber-sumber lain tahun depan untuk mendukung impor penting termasuk bahan bakar, makanan, dan pupuk.

Baca juga: Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Mundur, Kirim Surat dari Singapura

Wickremesinghe juga mengatakan bahwa butuh waktu berbulan-bulan sebelum Sri Lanka melihat peningkatan yang nyata dalam keadaan ekonomi mereka.

Wall Street Journal menyebutkan, Wickremesinghe berharap agar kesepakatan tingkat staf IMF akan tercapai pada akhir Agustus. (TribunBatam.id) (Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved