Sabtu, 11 April 2026

BERITA CHINA

Taiwan Tolak Mentah Mentah Usulan China Satu Negara Dua Sistem

Taiwan menolak mentah-mentah konsep yang ditawarkan China terkait satu negara dua sistem yang ditawarkan Beijing.

nationalinterest.org
Pesawat perang Taiwan - Taiwan menolak mentah-mentah usulan China terkait satu negara dua sistem yang ditawarkan Beijing. Foto ilustrasi 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Ketegangan antara Taiwan dengan China semakin menjadi.

China yang berang dengan Amerika Serikat (AS) yang berada di belakang Taiwan terus saja memperlihatkan kemampuan militernya.

Pengerahan puluhan jet tempur China ke wilayah perairan Taiwan saat kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi belum lama ini menjadi contohnya.

Yang terbaru, Taiwan menolak mentah-mentah kebijakan 'satu negara, dua sistem' yang diusulkan oleh China untuk diterapkan di Taipei.

Penolakan tersebut tertuang dalam buku putih yang baru diterbitkan pada Kamis (11/8/2022), sebagaimana dilansir Reuters.

Buku putih adalah sebuah laporan resmi yang biasanya dikeluarkan oleh pemerintah untuk menguraikan suatu kebijakan atau memberikan penjelasan resmi mengenai suatu masalah atau keputusan.

Baca juga: Negeri Jiran Malaysia Gandeng China Bangun Proyek Seluas 260 Hektare

Pengumuman perilisan buku putih tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou dalam konferensi pers.

Ou mengatakan, hanya rakyat Taiwan-lah yang dapat memutuskan masa depannya sendiri.

Diberitakan Kompas.com pada Selasa (9/8/2022), China mengatakan bahwa pihaknya akan memperluas latihan militer di sekitar Taiwan.

Pengumuman itu meningkatkan ketidakpastian sejak krisis yang berkembang pekan lalu, yang dimulai dengan kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan seperti diberitakan USA Today.

Latihan tersebut akan mencakup latihan anti-kapal selam, yang tampaknya menargetkan dukungan AS untuk Taiwan jika terjadi invasi China.

Di sisi lain, militer Taiwan mengadakan latihan artileri tembakan langsung yang menyimulasikan pertahanan pulau itu.

Al Jazeera melaporkan jika para pejabat Taiwan mengatakan, latihan pada Selasa yang melibatkan penembakan artileri howitzer ke laut tersebut telah lama dijadwalkan.

Baca juga: Apple Terimbas Konflik China dengan Taiwan, Minta Pemasok Pakai Label Khusus

Taipei juga membantah bahwa simulasi ini merupakan reaksi terhadap latihan perang China yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tak lama setelah simulasi tembakan artileri Howitzer di Taiwan berakhir, Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China mengumumkan melanjutkan latihannya di laut dan wilayah udara di sekitar Taiwan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved