Breaking News:

NURDIN BASIRUN BEBAS

Mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun Pulang Kampung ke Karimun Besok Pasca Bebas

Tokoh masyarakat Kepri Huzrin Hood menyebutn, Mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun akan pulang kampung ke Karimun setelah bebas dari penjara

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TRIBUN Batam/Endra Kaputra
Mantan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun akan pulang ke Karimun setelah bebas dari penjara 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Tokoh masyarakat Kepulauan Riau (Kepri), Huzrin Hood juga membenarkan kabar bebasnya Mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Jumat (19/8/2022).

Nurdin Basirun mendapat bebas bersyarat dari Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya, Mantan Gubernur Kepri itu telah menjalani lebih kurang 2 tahun pidana dari vonis 4 tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada April 2020.

"Ya benar, Pak Nurdin bebas setelah Jumatan hari ini," ucapnya.

Setelah bebas dari Lapas Sukamiskin, Nurdin langsung bertolak ke Jakarta.

Direncanakan, pada besok, Sabtu (20/8/2022), Nurdin akan bertolak dari Jakarta menuju Batam sekira pukul 06.00 WIB.

Baca juga: Dapat Remisi, Mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun Bebas Bersyarat Hari Ini

"Dari Batam akan bertolak juga ke Kabupaten Karimun. Masyarakat Karimun akan menyambut kedatangan Pak Nurdin," ujarnya.

Sebelumnya, Nurdin Basirun divonis hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan penjara oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Nurdin dinyatakan terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait izin prinsip pemanfaatan ruang laut di wilayah Kepri.

Dalam putusan, Nurdin dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Rp. 45 juta dan 11.000 dollar Singapura secara bertahap terkait izin prinsip pemanfaatan ruang laut di wilayah Kepri.

Uang itu diberikan melalui Edy Sofyan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, dan Budy Hartono selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri.

Selain itu, ia juga dinilai terbukti menerima gratifikasi senilai Rp 4,22 miliar dari berbagai pihak dalam kurun waktu 2016-2019 selama masa jabatannya. (Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved