Jumat, 10 April 2026

PENEMBAKAN DI RUMAH KADIV PROPAM

Detik-detik Mencekam Sebelum Brigadir J Ditembak, Ferdy Sambo Marah dan Putri Menangis

Dalam rapat tersebut tidak ada Bharada E di dalamnya. Hanya saja kemudian Bharada E dipanggil oleh Ferdy Sambo dan diperintahkan untuk menembak Brigad

Editor: Eko Setiawan
Kolase Tribunnews
Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bharada E. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Sebelum Brigadir di Eksekusi, terdapat pembicaraan disebuah ruanga lantai tiga rumah tempat eksekusi.

Dalam rapat tersebut tidak ada Bharada E di dalamnya. Hanya saja kemudian Bharada E dipanggil oleh Ferdy Sambo dan diperintahkan untuk menembak Brigadir J.

Saat itu, Bharada E melihat Atasannya Irjen Ferdy Sambo dalam keadaan marah besar. Suasana di rumah memang sangat menegangkan.

Selain itu, ia juga melihat Putri Candrawathi menangis jelang eksekusi mati Brigadir J.

Baca juga: Kabareskrim Bongkar Peran Putri Candrawathi, Ikut Janjika Uang Kepada 3 Tersangka

Bharada E melalui kuasa hukumnya, Ronny Tapaessy, mengungkap suasana rapat kecil selama sekira 20 menit untuk merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J di rumah Ferdy Sambo.

Seperti diketahui, misteri pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Eks Kadiv Propam Polri Ferdy kawasan Duren III Jakarta, Jumat 8 Juli 2022 lalu, perlahan mulai terkuak.

Sebelum eksekusi dilakukan, saat itu diadakan rapat singkat di rumah pribadi Ferdy Sambo.

Rumah pribadi ini letaknya di Jalan Saguling III, Kompleks Pertambangan, Duren Tiga, Jakarta Selatan atau sekitar 500 meter dari rumah dinas lokasi pembunuhan Brigadir J.

Kala itu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka RR, dan Bharada E membahas skenario untuk menghabisi Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Jadi memang, ada proses waktu di lantai 3, ketika klien saya dipanggil ke dalam suatu ruangan meeting, ruangan rapat, bahwa ternyata memang sudah ada Ibu PC ini membicarakan mengenai tentang almarhum Yosua," ucap Ronny Talapessy dikutip dari YouTube TV One.

Putri Candrawathi (PC) dan rombongan ajudan termasuk sopir Kuat Maruf baru pulang dari Magelang.

Rapat, menurut Ronny berlangsung sangat singkat bagi Bharada E.

Ronny menyebut kliennya tanpa motif.

Dalam hal rapat persiapan eksekusi Brigadir J itu, Bharada E hanya menerima perintah eksekusi.

Ia tidak ikut dalam perbincangan perencanaannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved